Sahabat Kecil

Posted in memaknai hidup, renungan dengan kaitan (tags) on Februari 1, 2010 by fahrizalmochrin

Diangkasa Biru yang bertaburkan bintang diantara temaram malam,,Purnama Sang Rembulan menculik hati diantara kegelapan malam..dipangkuan sang Pencipta direngkuh kehenginan dihembus sang Bayu ..Bocah kecil tertidur dipangkuan sang rembulan diantara belaian sang Malam di dinding temaram  berselimutkan rindu khan keindahan yang telah hilang di terpa zaman.

Beratapkan dinding kehampaan dan Keangkuhan zaman ..bergelora dalam kepenatan diantara kokohnya tembok tembok kezaliman dan di detak napas yang meringkih merengkuh sebuah asa…Sahabat Kecil …Tetap Bergelut dengan Zaman yang menanti arti sebuah janji menapaki ruang dan waktu mencari arti …

Adakah Sebuah Bukti Ataukah Peduli …

Adakah Sebuah Ujar  tanpa Pamrih…

Adakah hanya sebagai Ilusi..

Dan Mereka Menjadi Tak berarti..

Menjadi korban kesekian Kali.

Selamat jalan Sahabat Kecil..

Dilangit MU  Kau MeNepi…Goretan Sepi..

Cawan Kehidupan.

Posted in ROHANI, memaknai hidup, renungan on Januari 18, 2010 by fahrizalmochrin

Lampu gantung yang bergayut di sudut dinding tepas yang diterpa semilir  hembusan malam mengggeliat dalam derit pelepah bambu ..   yang bernyayi menghias malam diantara nyanyian menghantarkan kebisuan dan keheningan ditemani  rembulan yang bersembunyi di balik awan diantara pepohonan rindang…

Diantara dingin yang menusuk menjalar di rongga nadi…berselimutkan malam diantara bisikan yang hadir diantara deru mimpi mengahantarkan terbang jauh ke dunia yang tercipta dalam khayal melintasi jarak dan waktu  berkelebat seperti cahaya menembus batas  yang hakiki..

Ketika cawan kehidupan dihidangkan di hamparan dunia  sudikah anggur yang mengisinya  memabukkan sang Penikmatnya…..direngkuh dan kembali hampa .. ..

Cawan-cawan  menanti dentingan dan kembali  dituangkan .. ataukah menjadi Hiasan dan Pajangan  hampa mencipta  serpihan dan melebur menjadi debu… Wahai Cawan Hatiku Jangan Biarkan Anggurmu Memalingkanku dalam kenikmatan duniamu , buai aku dalam Mabuk akan CintaMU..menuju mata air KasihMU…

Dua Puluh Januari…..

Posted in kisah, perjalanan, renungan on Januari 18, 2010 by fahrizalmochrin

Dua Puluh Januari  di tiga tahun yang lalu anganku terbang jauh tinggi tentang sebuah arti Keidupan,, kehidupan yang membawa asa harapan dan impian tentang sebuah makna Hidup…

Dua Puluh Januari  telah berganti tahun dan aku masih disini bersama “kepak-kepak sayap patah “  Kehampaan keheneningan menggayut di antara awan yang membiru diantara riak ombak yang menari-nari memanggil diantara bibir pantai yang mengecup hangat diantara pasir putih yang menghilang ditelan bui….

Dua Puluh Januari khan menjelang ….

Dua Puluh Januari Khan menjemput…

Dua Puluh Januari  menjadi saksi Khan janji suci…

Dua Puluh Januari Khan menagih Janji waktu yang berakhir..  hingga senja khan terbenam berganti di putaran bulan  dkisaran hari hingga terpejam dan kembali  bersamaMU dalam rekuhan Kedamaian Yang azali..

KeharibaanMU…

Posted in ROHANI, kisah, memaknai hidup on Januari 18, 2010 by fahrizalmochrin

Perjalanan yang panjang menyusuri benua yang tandus diantara pelepah dan dedaunan yang mengering dihias kegersangan dihamparan gurun yang tak berujung,  membawa  kembali sebuah arti perjalanan hidup menyusuri sirah nabawi dan al mukararamah sungguh perjalanan yang penuh arti…

Ketika sebuah pertanyaan muncul sudah layakkah hambamu kau panggil di tanahamu…sudah pantaskah hambamu menjejakkan di kota  yang kau berkahi…sudah layakkah aku bersimpuh di makam kekasihmu…sudah pantaskah aku memunajat di rumahmu ….

Ketika  Ku bersujud menghadapkan wajahku ke Haribaan MU ya Rabb..nun jauh di seberang  jiwaku gambaran Rumahmu Yang suci hadir bagaikan semerbak kiswah yang terkirim melitasi benua…

RumahMu….ada Di sujud dan di detak NadiKU….

Pasukan bergajah

Posted in ROHANI, kisah, renungan on Januari 18, 2010 by fahrizalmochrin

Dikisahkan di dalam Alquran  didalam sebuah suratnya tentang pasukan bergajah dan burung ababil.Kisah ini menjadi seuah awal tonggak Kelahiran sebuah peradaban yang terlahir dari sebuah gurun tandus dan keterasingan, Didalam kisahnya  menyimpan makna yang tersirat maupun tersurat .

Pasukan bergajah..saat itu ketika membaca ayat yang tertera didalam kitabNYA..keingin tahuan saya mencoba mencari anasir-anasir yang berhubungan dengan surat al fill dari beragai literatur berbagai ungkapan yang didasari faham sains maupun, paham tauhid menjadi pembanding dikisah ini. Dikisah ini  dikisahkan tentang sebuah imperalisme yang berkuasa, yang memiliki kekuasaan di semenanjung yang mmeliputi wilayah iraq,iran,eqypt,turki,bahrain ( dan pada masa itu Mekkah belum menjadi wilayah yang di kenal dibeberapa tafsir dikisahkan pasukan abraha pasukannya diiringi  8 ekor gajah..( nama gajah yang di tunggangi abraha menurut kajian tasfir bernama mahmud ).

Pasukan bergajah mendapatkan perlawanan dari bangsa arab ketika itu, namun perlawana yang tidak seinbang.dan akhirnya berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di sekitar kota MEKKAH.Dan dikisah ini  terjadi di sebuah kota di luar kota makkah di kota THAIF. dari Kisah ini terbukalah kota MEKKAH dan Berkembag hingga sekarang..

Ikhtiar dalam doa

Posted in memaknai hidup, perjalanan dengan kaitan (tags) , on September 11, 2008 by fahrizalmochrin

Sepuluh rmadhan telah berlalu,kulekatkkan sejuta makna dalam lafaz doa memohonkan ampunan llahi, hari-hari di ramadhan yang berselimut kabut di iringin hujan yang menyiram di sekitaran hari memberi kesejukan di buai sang bayu…

Diiring langkah yang lelah kurebahkan lelah di sudut masjid yang teduh di buai rindang pepohonan yang tumbuh dihalamannya langkah-langkah sang pencari membasahi jiwa mengharapkan ridho illahi dalam penyerahan dalam sujudnya di untaian doa memuji kebesarannya.

Dipenghujung hari disudut trotoar jalan dengan semangat yang menggelora seorang lelaki tua menjajakan panganan diantara jajaran tenda-tenda biru , mengais rejeki yang halal memohonkan ridho illahi , menghitung lembar demi lembar hasil yang khan dibawa pulang.. dipenghujung hari anak dan istri yang setia menunggu dengan senyum kepulangan sang ayah.

Di titiksenja menapaki hari diantara gubuk mungil yang asri beratap rumbia menjadi pelindung dari terik panas dan dinginnya sang malam, di sudut dinding ditemani temaram lentera yang menghias titik makna kasih sang ibu melebur cinta menbasuh helai demi helai tirai kehidupan.Pengorbanan sang ayah mengukir langkah menempa hari dalam ikhtiar dalam rizki yang ditetapkannya. Bait-bait cinta yang mengalir lembut memuji kebesarannya menerobos ditirai dinding jiwa mengisi munajatnya diantara keikhlasan .

Pengabdian dalam untaian doa merajut hari menjalin cinta dalam kasih sayang dan pengorbanan mematri meraih bahagia..cinta yang terlahir dalam kasih sayang mengisi dalam senja. menghapus lelah dipenghujung hari dihias senyum dan belai manja sang buaian hati di hias ridho illahi.

Ya allah rezeki hari ini adalah teruntuk hambamu yang ihklas

Ya Allah Syukur kami atas rezeki yang telah kau berikan

Ya Allah jadikan rezeki hari ini rahmat bagi kami

Ya Allah syukur kami hanya teruntukMu

Amin..

Kasih diriak gerimis

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on September 3, 2008 by fahrizalmochrin

Dua Ramadhan telah berlalu..aroma khas yang menyembur diujung lorong-lorong yang bercat putih diantara hilir mudik manusia-manusia bergaun dan berjubah putih mengisi hari di gerimis yang turun menebar kasihnya di belai kepekatan malam yang terjaga diantara erangan yang meringis dibalik bilik-bilik yang tertutup rapat.

Detak nadi yang berganyut lemah menghujam diantara titik warna dalam tetesan yang berlahan mengisi nadi di kantung yang bertengger di ujung penyanggah menemani denyut yang berlahan berbisik lembut menggenggam rasa meraih kehidupan.

Di Malam yang panjang diantara titik gerimis berlahan menyebar kedinginan menusuk ke penghujung sepi , kepasrahan meraih makna hidup , pengorbanan meraih cinta , keihklasan meluahkan rasa ketakberdayaan.

Tafakur di belai doa membelai rasa kasih seorang ibu..istri.. menebar cinta. Pengorbanan ayah… suami menggapai keikhlasan dalam erangan disudut bisikan nadi. Doa Sang Anak ..memohonkan munajat ke hadiratnya di titik rindu membasuh peluh. Ketulusan Sahabat .. mengiringi malam panjang keterjagaan diuntaian titik embun yang membasahi bumi.

Gerimis yang turun dibuai kasih yang tercurah memberi makna kehidupan  menuju mata Air CInta di malam-malam NYA.

Ramadhan Pertama

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on September 1, 2008 by fahrizalmochrin

Titik mata air beruntai berlari tercurah dari cakrawala yang kelabu disabut mendung membasahi hari dipelataran bumi memberikan rahmatnya dalam RAMADHAN ..memanggil jiwa-jiwa yang kelu dibelai semilir angin yang damai dilingkup burung-burung yang berteduh dibalik dedauanan yang menghijau bertasbih memuji keagungannnya..di awal ramadhan yang mulia.

kehangatan sang mentari yang tersembunyi malu di antara awan yang menari berarak di langit cakwala menebar kelembutan hari bernyanyi dalam rindunya dihari yang rahmat tercurah dalam ihklasnya menititk air membasahi alam memberikan kehidupan di seluruh mahluknya..

Kicau burung pagi yang berkicau di ranting dedaunan bertasbih di awal ramadhan..gema takbir diawal malam dipanggilan hari ,di pagi di subuh pertama di ramdahan yang mulia kupanjatkan doa dalam munajat ku persembahkan ramdahanku teruntukmu YA ALLAH.

Titik gerimis di hamparan cakrawala masih menitik mengisi hari di awal ramadhan memberikan keteduhan di perjuangan mahluk yang berjuang dan melatih diri dalam menggapai ridho illahi, perjuangan mengurai sebuah makna mahluk yang hamba terhadap khaliknya, pelatihan jiwa melawan kezaliman diri, keihklasan berbagi dengan sesama dalam menjalani fitrahnya.

Ya Allah

jadikan   RamadhanMU

membasuh    luka  luka   Kami

Ya   Rabb

jadikan   RamadanMu

Menjadikan   kami

Pilihan    dari    UmatMU

Ya   Pemilik   Jiwa

Jadikan   ketenangan

di  hati  kami

Ya   pemilik  kehidupan

berikan keihlasan

dalam  kami mengarungi arti

Kepadamu kami Memohon dalam doa di sujud kami dipeluh di riak awan yang mengenang di pelupuk mata yang berarak di basuh mendung mengalir dibelai riaknya memohonkan ampunan dosa membasuh direlung jiwa di titik noda yang meraja diantara kelam yang menghitam..

Diramadhan Pertama perkenankan hambaMU mejejakkan langkah dalam RidhoMU..

Benang Kasih

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 30, 2008 by fahrizalmochrin

Titik mata api membara disudut hati ketika sebuah makna pengorbanan dan keikhlasan berbuah derita , sungguh arti yang sulit di mengerti sebuah bentuk kezaliman yan terencana dalam bingkai dusta mengoyak sebuah tatanan yang terbina dalam ikatan kasih.

Penafikan yang terbelenggu dalam nafsu yang meraja meraih keangkuhan menebarkan sejuta sekam di balut dendam..adakah ini penistaan kalbu melepaskan belenggu diri menikam di urat nadi meluahkan rajam diantara luka-luka yang menganga .

Benang kasih yang terulur jauh di arak ketinggian awan melambai melepaskan sebuah arti di terjang hembusan angin…. jauh.. dan terbenam dalam ketakberdayaan di balut benalu yang melekat dalam , merobek luka..bergayut jauh dititik langit dan hilang dalam kelam..

Akankah tali kasih khan terajut kembali..di gelora dalam riak nafsu yang meraja membenamkan asa..tali kasih terobek sebuah luka..ketakberdayaan ..keserakahan..

Ya Allah limpahkan ketabahan ..kesabaraan dan keihklasan kami meraih cintamu dalam mengarungi kehidupan..

Ya Allah jauhkan kami dari Murkamu dan dekatkan kami dalam KasihMu, Jadikan kami hambamu yang bersyukur atas nikmatMU.

Amanah dalam Ke Ikhlasan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 28, 2008 by fahrizalmochrin

Senja hari di mentari yang mulai bergulir di ufuk barat..dering nada panggil dari selulerku menghentakkan lelahku sebuah suara kecil yang lama tak terdengar menebar sejuta makna arti kerinduan yang dalam .

Assalamualaikum…

Sebuah makna yang menyejukkan jiwa terhantar dari sebuah keikhlasan dalam meraih silaturahmi.. Diantara peluh yang merona di wajah sebuah perbincangan menyeruak direlung kalbu..Ya allah pintu rahmatmu teruntuk hamba yang ikhlas.. pintu rejekimu untuk hambamu yang amanah…Niat dilubuk hati kami menembus arsymu…Munajat dalam doa kami memengisi malam-malam teruntuk MU…

Adakah Rejeki yang kau limpahkan ke kami sebenarnya adalah milik sebahagian hambamu yang menahan kan lapar berteduhkan langit-langit malamMU , di belai Dinginnya titik embun yang menitik di bumi.

Adakah Rejeki yang Kau berikan Hari ini adalah milik Hambamu yang tergeletak tak berdaya menahankan derita di antara titik nadi yang berdenyut lemah…

Adakah Rejeki yang kau curahkan ke kami sejatinya adalah milik mereka adakah kami menjalankan amanah yang kau titipkan menjadikan kami pilihan diantara hambamu..

Adakah Niat yang tulus dalam doa dimunajat hambamu mengelora diriak kehidupan… Disore hari yang berangsur pergi bergantikan malam sebuah makna telah terpatri didiri adakah rejeki hari ini mIlik kami ataukah Milik Mereka…Semoga ke Ikhlasan tercurah ke hati kami.