Sepuluh rmadhan telah berlalu,kulekatkkan sejuta makna dalam lafaz doa memohonkan ampunan llahi, hari-hari di ramadhan yang berselimut kabut di iringin hujan yang menyiram di sekitaran hari memberi kesejukan di buai sang bayu…
Diiring langkah yang lelah kurebahkan lelah di sudut masjid yang teduh di buai rindang pepohonan yang tumbuh dihalamannya langkah-langkah sang pencari membasahi jiwa mengharapkan ridho illahi dalam penyerahan dalam sujudnya di untaian doa memuji kebesarannya.
Dipenghujung hari disudut trotoar jalan dengan semangat yang menggelora seorang lelaki tua menjajakan panganan diantara jajaran tenda-tenda biru , mengais rejeki yang halal memohonkan ridho illahi , menghitung lembar demi lembar hasil yang khan dibawa pulang.. dipenghujung hari anak dan istri yang setia menunggu dengan senyum kepulangan sang ayah.
Di titiksenja menapaki hari diantara gubuk mungil yang asri beratap rumbia menjadi pelindung dari terik panas dan dinginnya sang malam, di sudut dinding ditemani temaram lentera yang menghias titik makna kasih sang ibu melebur cinta menbasuh helai demi helai tirai kehidupan.Pengorbanan sang ayah mengukir langkah menempa hari dalam ikhtiar dalam rizki yang ditetapkannya. Bait-bait cinta yang mengalir lembut memuji kebesarannya menerobos ditirai dinding jiwa mengisi munajatnya diantara keikhlasan .
Pengabdian dalam untaian doa merajut hari menjalin cinta dalam kasih sayang dan pengorbanan mematri meraih bahagia..cinta yang terlahir dalam kasih sayang mengisi dalam senja. menghapus lelah dipenghujung hari dihias senyum dan belai manja sang buaian hati di hias ridho illahi.
Ya allah rezeki hari ini adalah teruntuk hambamu yang ihklas
Ya Allah Syukur kami atas rezeki yang telah kau berikan
Ya Allah jadikan rezeki hari ini rahmat bagi kami
Ya Allah syukur kami hanya teruntukMu
Amin..