Ikhtiar dalam doa

Posted in memaknai hidup, perjalanan dengan kaitan (tags) , on September 11, 2008 by fahrizalmochrin

Sepuluh rmadhan telah berlalu,kulekatkkan sejuta makna dalam lafaz doa memohonkan ampunan llahi, hari-hari di ramadhan yang berselimut kabut di iringin hujan yang menyiram di sekitaran hari memberi kesejukan di buai sang bayu…

Diiring langkah yang lelah kurebahkan lelah di sudut masjid yang teduh di buai rindang pepohonan yang tumbuh dihalamannya langkah-langkah sang pencari membasahi jiwa mengharapkan ridho illahi dalam penyerahan dalam sujudnya di untaian doa memuji kebesarannya.

Dipenghujung hari disudut trotoar jalan dengan semangat yang menggelora seorang lelaki tua menjajakan panganan diantara jajaran tenda-tenda biru , mengais rejeki yang halal memohonkan ridho illahi , menghitung lembar demi lembar hasil yang khan dibawa pulang.. dipenghujung hari anak dan istri yang setia menunggu dengan senyum kepulangan sang ayah.

Di titiksenja menapaki hari diantara gubuk mungil yang asri beratap rumbia menjadi pelindung dari terik panas dan dinginnya sang malam, di sudut dinding ditemani temaram lentera yang menghias titik makna kasih sang ibu melebur cinta menbasuh helai demi helai tirai kehidupan.Pengorbanan sang ayah mengukir langkah menempa hari dalam ikhtiar dalam rizki yang ditetapkannya. Bait-bait cinta yang mengalir lembut memuji kebesarannya menerobos ditirai dinding jiwa mengisi munajatnya diantara keikhlasan .

Pengabdian dalam untaian doa merajut hari menjalin cinta dalam kasih sayang dan pengorbanan mematri meraih bahagia..cinta yang terlahir dalam kasih sayang mengisi dalam senja. menghapus lelah dipenghujung hari dihias senyum dan belai manja sang buaian hati di hias ridho illahi.

Ya allah rezeki hari ini adalah teruntuk hambamu yang ihklas

Ya Allah Syukur kami atas rezeki yang telah kau berikan

Ya Allah jadikan rezeki hari ini rahmat bagi kami

Ya Allah syukur kami hanya teruntukMu

Amin..

Kasih diriak gerimis

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on September 3, 2008 by fahrizalmochrin

Dua Ramadhan telah berlalu..aroma khas yang menyembur diujung lorong-lorong yang bercat putih diantara hilir mudik manusia-manusia bergaun dan berjubah putih mengisi hari di gerimis yang turun menebar kasihnya di belai kepekatan malam yang terjaga diantara erangan yang meringis dibalik bilik-bilik yang tertutup rapat.

Detak nadi yang berganyut lemah menghujam diantara titik warna dalam tetesan yang berlahan mengisi nadi di kantung yang bertengger di ujung penyanggah menemani denyut yang berlahan berbisik lembut menggenggam rasa meraih kehidupan.

Di Malam yang panjang diantara titik gerimis berlahan menyebar kedinginan menusuk ke penghujung sepi , kepasrahan meraih makna hidup , pengorbanan meraih cinta , keihklasan meluahkan rasa ketakberdayaan.

Tafakur di belai doa membelai rasa kasih seorang ibu..istri.. menebar cinta. Pengorbanan ayah… suami menggapai keikhlasan dalam erangan disudut bisikan nadi. Doa Sang Anak ..memohonkan munajat ke hadiratnya di titik rindu membasuh peluh. Ketulusan Sahabat .. mengiringi malam panjang keterjagaan diuntaian titik embun yang membasahi bumi.

Gerimis yang turun dibuai kasih yang tercurah memberi makna kehidupan  menuju mata Air CInta di malam-malam NYA.

Ramadhan Pertama

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on September 1, 2008 by fahrizalmochrin

Titik mata air beruntai berlari tercurah dari cakrawala yang kelabu disabut mendung membasahi hari dipelataran bumi memberikan rahmatnya dalam RAMADHAN ..memanggil jiwa-jiwa yang kelu dibelai semilir angin yang damai dilingkup burung-burung yang berteduh dibalik dedauanan yang menghijau bertasbih memuji keagungannnya..di awal ramadhan yang mulia.

kehangatan sang mentari yang tersembunyi malu di antara awan yang menari berarak di langit cakwala menebar kelembutan hari bernyanyi dalam rindunya dihari yang rahmat tercurah dalam ihklasnya menititk air membasahi alam memberikan kehidupan di seluruh mahluknya..

Kicau burung pagi yang berkicau di ranting dedaunan bertasbih di awal ramadhan..gema takbir diawal malam dipanggilan hari ,di pagi di subuh pertama di ramdahan yang mulia kupanjatkan doa dalam munajat ku persembahkan ramdahanku teruntukmu YA ALLAH.

Titik gerimis di hamparan cakrawala masih menitik mengisi hari di awal ramadhan memberikan keteduhan di perjuangan mahluk yang berjuang dan melatih diri dalam menggapai ridho illahi, perjuangan mengurai sebuah makna mahluk yang hamba terhadap khaliknya, pelatihan jiwa melawan kezaliman diri, keihklasan berbagi dengan sesama dalam menjalani fitrahnya.

Ya Allah

jadikan   RamadhanMU

membasuh    luka  luka   Kami

Ya   Rabb

jadikan   RamadanMu

Menjadikan   kami

Pilihan    dari    UmatMU

Ya   Pemilik   Jiwa

Jadikan   ketenangan

di  hati  kami

Ya   pemilik  kehidupan

berikan keihlasan

dalam  kami mengarungi arti

Kepadamu kami Memohon dalam doa di sujud kami dipeluh di riak awan yang mengenang di pelupuk mata yang berarak di basuh mendung mengalir dibelai riaknya memohonkan ampunan dosa membasuh direlung jiwa di titik noda yang meraja diantara kelam yang menghitam..

Diramadhan Pertama perkenankan hambaMU mejejakkan langkah dalam RidhoMU..

Benang Kasih

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 30, 2008 by fahrizalmochrin

Titik mata api membara disudut hati ketika sebuah makna pengorbanan dan keikhlasan berbuah derita , sungguh arti yang sulit di mengerti sebuah bentuk kezaliman yan terencana dalam bingkai dusta mengoyak sebuah tatanan yang terbina dalam ikatan kasih.

Penafikan yang terbelenggu dalam nafsu yang meraja meraih keangkuhan menebarkan sejuta sekam di balut dendam..adakah ini penistaan kalbu melepaskan belenggu diri menikam di urat nadi meluahkan rajam diantara luka-luka yang menganga .

Benang kasih yang terulur jauh di arak ketinggian awan melambai melepaskan sebuah arti di terjang hembusan angin…. jauh.. dan terbenam dalam ketakberdayaan di balut benalu yang melekat dalam , merobek luka..bergayut jauh dititik langit dan hilang dalam kelam..

Akankah tali kasih khan terajut kembali..di gelora dalam riak nafsu yang meraja membenamkan asa..tali kasih terobek sebuah luka..ketakberdayaan ..keserakahan..

Ya Allah limpahkan ketabahan ..kesabaraan dan keihklasan kami meraih cintamu dalam mengarungi kehidupan..

Ya Allah jauhkan kami dari Murkamu dan dekatkan kami dalam KasihMu, Jadikan kami hambamu yang bersyukur atas nikmatMU.

Amanah dalam Ke Ikhlasan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 28, 2008 by fahrizalmochrin

Senja hari di mentari yang mulai bergulir di ufuk barat..dering nada panggil dari selulerku menghentakkan lelahku sebuah suara kecil yang lama tak terdengar menebar sejuta makna arti kerinduan yang dalam .

Assalamualaikum…

Sebuah makna yang menyejukkan jiwa terhantar dari sebuah keikhlasan dalam meraih silaturahmi.. Diantara peluh yang merona di wajah sebuah perbincangan menyeruak direlung kalbu..Ya allah pintu rahmatmu teruntuk hamba yang ikhlas.. pintu rejekimu untuk hambamu yang amanah…Niat dilubuk hati kami menembus arsymu…Munajat dalam doa kami memengisi malam-malam teruntuk MU…

Adakah Rejeki yang kau limpahkan ke kami sebenarnya adalah milik sebahagian hambamu yang menahan kan lapar berteduhkan langit-langit malamMU , di belai Dinginnya titik embun yang menitik di bumi.

Adakah Rejeki yang Kau berikan Hari ini adalah milik Hambamu yang tergeletak tak berdaya menahankan derita di antara titik nadi yang berdenyut lemah…

Adakah Rejeki yang kau curahkan ke kami sejatinya adalah milik mereka adakah kami menjalankan amanah yang kau titipkan menjadikan kami pilihan diantara hambamu..

Adakah Niat yang tulus dalam doa dimunajat hambamu mengelora diriak kehidupan… Disore hari yang berangsur pergi bergantikan malam sebuah makna telah terpatri didiri adakah rejeki hari ini mIlik kami ataukah Milik Mereka…Semoga ke Ikhlasan tercurah ke hati kami.

Kemaafan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 27, 2008 by fahrizalmochrin

Titik-titik hujan yang turun membasahi bumi, menggenang di hujung trotoar jalan dimalam-malam yang larutkan hening..langkahku terhenti diketeduhan sebuah rindang pepohonan hijau nan rindang melepaskan lelah di ttitik air yang memberikan karunianya.

Kembali ku kembali di pelataran kota yang telah lama tertinggal jauh di penghujung belahan dunia..lintasan yang tak lagi sama, pepohonan yang menjulang..warna-warna penghidupan yang bergerak maju..dipenghujung hari yang merobek hari..manusia -manusia yang menapaki hari dalam mengakais lembaran-lembaran rejeki illahi dalam kepenatan hari dalam peluh..

Diantara Terik mentari beralaskan peluh, di malam yang pekat riak-riak kehidupan malam bergajut memberi warna diantara kehidupan yang bergulir..Kehidupan yang terus berputar disisa hari sang pencari yang membalut cinta dalam memapah kehidupan di belai malam digelar secangkir kehangatan bertemankan semburan asap yang mengawan terperi menatap arah kehidupan..

Kehidupan yang tak pernah lelah menebar hari,..Matahari yang tak pernah jenuh menebar sinarnya…Rembulan yang setia menemani Malam…Adakah manusia Lelah mengarungi Hidup..Adakah manusia jenuh menorehkan kebenaran….Adakah manusia melupakan arti kesetian Cinta dan kasih sayang terhadap sesama…Adakah tersedia kemaafaan yang terukir di relung jiwa…

Ketika Pintu Kemaafan terlebar luas di rahmatnya..adakah manusia yang terpenjara dalam kebencian menyelimuti dendam..terkukung rasa..melupakan makna keikhlasan meraih kedamaian..Dititik hujan yang membasahi bumi yang teramat rapuh dilangkah yang terkulai lelah ku genggam asa tuk kembali menuai arti kemaafan diri.

kembali pulang

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 24, 2008 by fahrizalmochrin

Jejak langkah kaki kembali mengitari perjalanan panjang, mengitari senja bersama kepak sayap camar laut terbang tinggi keangkasa kembali ke peraduan..kulangkahkan kaki menepaki hari berjalan bersama sang waktu merentas asa dan kembali pulang ke peraduan sang malam dalam kerinduan yang terdalam merengkuh cinta melepaskan semua beban..

Perjalanan waktu yang menorehkan luka-luka ,menempa hidup mencari makna arti diri dalam kehidupan..kini kujejakkan kaki dari penghujung waktu merengkuh angkasa dalam kepak sayap burung besi , ada kerinduan disana bersama waktu yang jauh tertinggal dan aku ada disini kembali pulang.. Kembali mencercah hari yang menghias titi-titik hujan yang membasahi dedaunan hijau, air sungai yang mengalir di sela riaknya yang mengelora , kicau burung pagi bersiut-siut menyambut sang pagi..

Kulangkahkan jejak letih menggapai ampunan rindu dan belai kasih. meluahkan resah dalam selaksa doa dalam untaian cinta, bersujud mengiba menghujamkan rasa dipangkuan dan buaian makna menggapai ridho illahi..meleburkan airmata dalam kasihnya dipelukan dan buain kasih sayang dalam belaianmu dimasa yang lalu dan kasih mu seluas samudra…., ibunda….kembali ku pulang… mengurai cerita dalam kasihmu..

Perjalan ini teramat panjang….
perjalan sunyi…
perjalanan mencari arti diri…
dan kita khan kembali…

Ramadhan di Yang Lima

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 18, 2008 by fahrizalmochrin

Tidak terasa dipenghujung hari,bulan suci bulan penuh rahmat khan hadir diantara kita setelah lelah menjalani kehidupan dunia, jiwa kembali mengalami penyucian dibulan ramadhan yang membawa rahmat ke semua mahluk semestanya. Semarak ramadhan menjadi sebuah titik tolak berkehidupan seluruh umat manusia memaknai kehidupan,melatih diri dari hawa nafsu, hikmah dibalik Ramadhan memberi makna yang teramat dalam bagi sesama mahluk, pembelajaran diri,mengasah nilai-nilai kemanusiaan untuk berbagi dengan sesama. Dalam Konsep Ke islaman Ketika ajaran pertamaNYA adalah TAUHID Menggemakan sebuah Ikrar diri (SYAHADAT) Memaknai ketuhanan (ALLAH) dan Kekasih pilihan diantara umatnya (MUHAMMAD RASULULLAH) yang membentangkan jalan kehidupan di muka bumi sebagai pengemban ajaranNYA. syahadatnya dirangkum dalam waktu perputaran bumi mengitari tata suryanya menjadi pembagi arah waktu,di lima masa dalam harinya ,di takbirkan dalam makna SHALAT makna Penyerahan diri yang dijawantahkan dalam kesatuan yang kukuh dalam kebersamaan dipanji panjinya. Melengkapi makna kebersamaan diperlukan pelatihan diri (bahasa kerennya Training kali yee..) dilingkup diantara hari di kitaran tahunnya sebuah bulan yang memiliki keistimewaan diantara bulan lainnya di namakan RAMADHAN bulan seribu BUlan, Bulan pengampunan , wadah pelatihan diri (wah ternyata manusia perlu ditraining ulang untuk menjadi manusia setiap tahunnya….) Jadi seperti sebuah kehidupan layaknya manusia di Recharge kembali dalam setahunnnya di lembaga RAMADHAN EDUCATION CENTRE, sebuah lembaga non Profit yang melatih diri dalam berkehidupan sosial,mengasah keimanan ke penciptanya, menjalin kebersamaan (tentunya kalo bukan di ramadhan ndak bakalan anak,istri,suami bisa duduk bersama , boror-boro deh,,)

Dalam Konsepnya Di ramadhan begitu banyak hikmah yang terkandung didalamnya, membentuk jiwa kembali suci, dimalam malamnya ramadhan membukakan rahmatnya melapangkan pintu-pintu langitnya untuk mahluk dimuka bumi mensucikan diri (asik juga yah…ndak perlu laporan ke paspawpres masuk ke istana.. dapat THR dari NYA), di harinya ramadhan memberikan penghidupan dalam melatih diri dan jiwa yang ridho akan zatnya. di bulannya begitu banyak aspek yang diajarkan dalam berkehidupan, dan selayaknyalah manusia mengejawantahkan di kehidupan 11 bulan selanjutnya dalam mengarungi hidup dan akan kembali menjalani training setahun berikutnya , mengintrospeksi perjalanan kehidupannya (kalo masih diberi kesempatan ..) dibawah bimbingan Trainer Agung , mencurahkan kasih sayangnNYA direlung kalbu terdalam , mengisi hati-hati umatnya di naungan CintaNYA.

Ketika tingkatan diri menjalani akhir kesempunaan selayaknya menjadi tujuan, Keikhlasan hamba terhadap penciptanya berbanding lurus terhadap kecintaan terhadap sesama (habb lulminALLAH wa habb lulminANNAS) melapangkan jalannya berbagi merendahkan diri meringankan beban kaum dhuafa,fakir miskin anak yatim piatu. ketinggian langit tak teruji tanpa kerendahan bumi meraih luasnya..melapangkan jalan dalam ZAKAT bentuk pengikhlasan diri menuju kesempurnaan hamba dan tuhanNYA. Manifestasi kecintaan terhadap TUHANNYA di jawantahkan dalam mencintai Mahluk mahluknya dan alam sekitar CiptaanNYA (naif ketika manusia mengatasnamakan KEAGUNGANNYA meletakkan makna yang sempit dalam beragama menzalimi sesama) Dimanakah cinta ALLAH berada…sejatinya….

Semoga BAITULLAH memanggil jiwa kita Menyempurkankan Rukunnya Yang Lima dalam panggilan diri dan Menggenggamnya di jemari meraih ukuwah membentangkan silaturahmi dalam kesatuan ummat dalam kasih sayangnya.

Perjalanan Rindu..

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 17, 2008 by fahrizalmochrin

Kulintasi tepian hari

melintasi waktu letih berdiri

mencari arti diri

merengkuh jiwa dipeluh sunyi

kembali merentas janji

mendekap makna cinta..sejati

perjalanan rindu terpatri

meluahkan asa sepi

berlabuh …meraih mimpi

menggapai impian pasti

diikatan suci

mencari sebuah arti

hidup yang hakiki

makna insan yang berbakti

di naungan rabb ajali

kami kembali

Angka & Akal

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 16, 2008 by fahrizalmochrin

Jumlah Angka dalam bilangannya dimulai dari Kosong dan diakhiri dengan bilangan Sembilan, jumlah bilangan huruf dimulai dari Ajad A hingga Z, Dalam ilmu aljabar bilangan angka memiliki bilangan yang ganjil dan genap dan jika dijumlahkan menjadi nilai sebuah angka yang kelipatan berikutnya.Berbagai rumus dan tehnik penggunaan angka dapat ditemukan dalam berbagai disiplin ilmu yang dirangkup dalam wadah AKAL. Dalam bilangan abjad Kesatuan huruf memiliki makna ketika dirangkaikan dalam sebuah kata dan tersusun dalam bentuk kalimat.

Di seluruh penjuru alam raya jumlah angka yang tercipta memiliki berbagai makna dalam berkehidupan dan menjadi tolak ukur dalam berprilaku, angka kosong dijadikan sebuah pelengkap dari kesempurnaan di sejumlah angka yang sembilan. Ketika makna Kosong dihartikan suatu Kehampaan, dan tidak memiliki sebuah nilai.Sebaliknya jika disandingkan ke angka berikutnya kehampaan memiliki nilai yang sangat berharga. ( kalo punya uang angka 100 perak paling buat coin kerokan kalo masuk angin,,,kalo bilangan kosongnya ditambahkan dalam beberapa digit jumlahnya mencapai miliyar atau triliun bisa buat apa yach…)

sejatinya Sebuah angka memiliki nilainya tersendiri, sebuah angka dipakai dalam pengukuran waktu dalam pergantian matahari dan bulan, pergantian tahun , mengukur cuaca dan aka Lah yang mengembangkan jumlah bilangan yang tercipta dalam berkehidupan dialamNYA, dan menjadi pembelajaran bagi hamba yang bersyukur. karena akal adalah mahluk ALLAH yang mampu menerima hakikat ILMU.

Bilangan huruf yang tersusun 25abjad tunggal yang terdiri dari kumpulan huruf vocal dan konsonan ketika dirangkai menjadi kalimat tercipta ribuan bahasa di seluruh jagad raya, hanya ALLAH yang dapat mehamahi bahasa UmatNYA, Mahluk ALLAH di muka bumi berbicara dalam bahasanya, Alam raya dan seisinya memiliki bahasanya tersendiri, Lautan dan langit dan tata surya meciptakan bahasa yang dipahami oleh kaumnya. Ketika Alam berbicara dalam bahasanya,ketika alam memberikan peringatan dalam lakunya,, apakah manusia yang diberikan kelebihan AKAL tidak mampu memahami bahasa ALAM…

Semoga ALLAH menjaga hati dan lidah kita dalam Berucap,…