Arsip untuk Juli, 2008

Tanjung Pura,Langkat

Posted in perjalanan dengan kaitan (tags) , , on Juli 31, 2008 by fahrizalmochrin

Berdiri dengan Megah di Tanah bertuah sebuah Masjid AZIZI peninggalan bersejarah raja-raja Lama kerajaan LANGKAT di belahan Sumatera bahagian timur. Tanjung Pura merupakan Pusat kerajaan Lama bertahta dan meninggalkan sejarahnya yang terpinggirkan.Dilingkup Budaya Melayu Pesisir ditanah yang memiliki kekayaan Alam yang terbentang hijaunya tetumbuhan Kelapa sawit menghias di areal perjalanan menuju kota lama.Dalam mennggapai sejarahnya terlahir ditanahnya seorang Pujangga Besar Menerobos zamannya mengukir sejarah dari tanah melayu , dengan sastranya yang merentas arti cinta dan ketuhanan..yah di tanahnya pula dia beralaskan dan berhiaskan Nisan terukir bait-bait goresan penanya seorang nama TENGKU AMIR HAMZAH.
Sejarah lama masih terpendam diakar budaya melayu tua..dimasjid AZIZI bersemayam makam raja-raja lama bertahta.. dan di bentang hulu sungai bersemayam makam tua yang tepenjara dalam lumpur dan derita, disana berdiri makam tua dari sepenggal cerita tentang sejarah lama yang terpinggirkan. Dilingkup sejarahnya terbentang Di batu granit tua hiasan kaligrafi dari ukiran lama.

Bersanding di pualamnya TANJUNG dan JAMBAK disisiNYA kembali menghadap sang Penciptanya..,kisahnya masih berselimut kabut. Ditanah melayu Langkat dikisaran sejarah dikota lama yang termarginalkan sungguh naiif sebagai pusat kerajaan yang berkuasa di era Pembangunan disandingkan sebagai kota TERMISKIN..sungguh penderitaan.

‘Tanjung Pura adala pusat kerajan lama , diarealnya fasilitas penunjang kelangsungan kota berdiri disana ( walupun kota yang miskin) berdiri disana Masjid Termegah Azizi, Lembaga Permasyarakatan, Rumah Sakit umum,Kantor Pos. dan Bersemanyam pula Makam Syeikh ROKAN ,maha guru dari Tariqah NAsbaqdiah didesa BESILAM ( diambli dari kata BABUSSALAM).Dalam perayaan tahunannya MAsjid AZIZI di hadiri ribuan jamaah dari seluruh pelosok negeri didunia menperingati haul tariqah NAsbandiah.

Dalam sejarahnya Nama besar pernah menimba ilmu ditanah langkat seperti ADAM MALIK,.,ini dapat di lihat dari areal komplek masjid azizi yang juga merupakan komplek pendidiikan.Hingga dizaman pembangunan silih berganti pejabat yang betahtah disinggasananya berzirah ke makam syeih roakan di didesa besilam mencari “TUAH”. dan Tanjung pura masih tak berubah dari wajah kemiskinannya.

pondok biru

Posted in kisah dengan kaitan (tags) , on Juli 31, 2008 by fahrizalmochrin

Pondok Biru berdiri dilatar belakangi aspirasi dari sekelompok teman-teman  sepergaulan menjadikan ajang buat bertukaran pikiran, berkumpul diskusi menghabiskan malam dan buat malam mingguan bagi yang ndak punya pacar buat nongkrong ( kasian degh)..jadi kalo malam mingguan yang ndak punya pacar ngepostnya yah aa di pondok biru..

Pondok Biru berdiri di pelataran halaman yang berukuran 3X3 meter, yang dilatar belakangi warna biru langit,menjadikan pondok tersebut asri dan damai. Dari Pondok ini terlahir dan tercetus berbagai ide yang berkembang mendobrak zaman, dari awal pergerakan menumbuhkan semagat dan jiwa reformasi, semangat menaklukkan kekuasaan yang mengekang, menyuarakan ide dan gagasan pengkaderan dalam menaungi generasi dalam ormas islam. Terinspirasinya upaya penyelusuran Pendakian Menaklukkan dan menelusuri hutan  dan gunung dalam ekpedisi” JALAWALA”

Pondok Biru masih berdiri Kokoh dititik hembusan malam , dititik embun pagi, diantara suara jangkring yang menemani malam,, tak ada perdebatan panjang,,tak ada ide yang memamanas,ruang bisu menjadi saksi menghantarkan anak zamannya.

Kisah Adam

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , , , on Juli 26, 2008 by fahrizalmochrin

Pernahkah kita baca buku-buku lama dan Kitab-kitab tua yang diturunkan berabad-abad  lamanya hingga usia manusia sekarang….Yah disana tertuliskan kisah-kisah kehidupan yang begitu indah dan menjadi pelajaran dikehidupan kita hingga saat ini..insyaallah. Dan inilah sekelumit kisahnya.

Adam ..adalah manusia pertama yang diciptakan oleh RABB nya   ” sebuah karya maha agung.”.  diciptakan dari sebuah tanah yang hina , dibandingakan mahluk lainnya ,tapi dia adalah mahluk yang sempurna… oleh ROBBNYA diberikan anugrah untuk berfikir dan nafsu  yang dilebihkan dari mahluk ciptaan lainnya…dan karenanya lah Mahluk yang termulia yang tercipta dari API bernama IBLIS harus terkeluarkan dari SURGA-NYA… SUBHANALLAH.

TAukah Kita bahwasannya IBLIS adalah Mahluk ciptaan ALLAH yang Taat dissi RABBnya, Mahluk yang terpilih menjadi PENGHULU  para MALAIKAT, tapi mengapa setelah penciptaan ADAM setelah kehadirannya  , Iblis menjadi hamb yang INGKAR??..

KARENA Ia merasa dilebihkan dari Adam dengan penciptaanya dari unsur yang  lebih mulia ( API ) dan kepatuhannnya kepada RABBnya ,serta penghulu para malaikat dibandingkan ADam yang tercipta dari unsur yang lebih hina ( BUMI).

Subhanallah ..Maha suci ALLAH                                                              Karena Adamlah , Iblis terlontar dari surga kenikmatan                                  Karena KeadilaNNYA pula ALLAH memberikan IBLIS kekuasaan dialam KEgelapan menggoda umat manusia. Karena Adam adalah seorang Hamba..Dilebihkan dari mahluk lainnya dilimpahkan oleh RAABNYA Cahaya Akal untuk BErpikir dan NAfsu..

Karena Nafsu adalah pintu yang teramat rapuh.. menjadikan ADam hamba yang Alpa,,Kenikmatan surga adalah segalanya untuk hambanya Seorang..Disaat sepinya Adam butuh seseorang menjadi curahan kasihnya ..Dia bermohon kepada ROBBNYA..MUNAJAt ke Sang PEnciptanya.. Dengan KASIHNYA diciptakan seorang HAWA pendamping dan teman Hidupnya, diciptakan HAWA dari separuh jiwa ADAM. Dan PEnciptaan keduanya adalah karena KASIHNYA kepada MAnusia.

KARena kaSIHNYA PULA ADAm dan HAWA dikembalikan kemuasalnya dia berada dan diciptakan, dilapangkan nikmatnya mengarungi Dunia sebagai khalifah dimuka bumi. KARENA KAsihnya keduanya dipertemukan kembali atas perpisahan yang panjang .  KISAH adam adalah awal manusia mengenal  CINTA, PENGORBANAN, dan KASIH SAYANG.

Semoga kita menjadi hamba yang bersyukur dalam KASIHNYA.

Hajar Aswad

Posted in ROHANI dengan kaitan (tags) , , , on Juli 24, 2008 by fahrizalmochrin

ini cerita yang mungkin pernah dialami beberapa dari ribuan orang yang pernah ke tanah suci mekkah berkunjung ke baitullah “MAKKAH ALMUKARRAMAH” dan ini terjadi di tanah suci ditanah yang manusia bermunajat berserah diri kehadapan allah memohon keridhoannya dan meluluhkan dunianya…

ketika kita bertawaf mengitari KABBAH pengalaman yang sungguh tidak terlupakan berada dirumah ALLAH dan terpilih memenuhi panggilannnya untuk mengagungkan kebesarannya. dan memujinya.Dihadapannya kita adalah hamba yang lemah..

Sungguh mulianya ketika kita berada di tanah suci melakukan kebaikan dan meringankan beban sesama membantu yang lemah dalam mencapai ridho ALLAH.

Kisah ini hanya sebagian cerita di tanah MAKKAH yang dirahmati ALLAH, Ketika dalam melakukan Thawaf mengitari KABBAH dan kami Berdoa didepan BABBULSALAM selesai melaksanakan shalat di makam ibrahim dan ismail kami serombongan melihat banyak jemaah yang ingin mencium HAJAR ASWAD..Yang sebenarnya hajar ASWAD adalah kumpulan dari pecahan batu yang dipadukan kembali menjadi satu dan ditanamkan di sudut pintu KABBAH. dan di diikat oleh perak putih disekelilingnya dan dibentuk melengkung sehingga ukuran kepala manusia ketika mencium hajar aswad dapat menyentuh kedalamannya.

ketika rombongan hendak mencoba mencium hajar aswad kelihatannya dan perkiraan yang diharapakan semudah membalikkan telapak tangan..tapi sebenarnya itu adalah perjuangan yang terberat, berdesak-desakan setiap jemaah untuk dapat menyentuh,.nya dan acapkali ketika ada tepat di hadapan HAJAR ASWAD terpental kebelakang karena ada yang menarik dari belakang, dan jemaah yang laen menerobos dari arah yang berbeda mengambil posisi( tak jauh bedanya ketika penumpang harus berebutan untuk naik bus ,kereta api ketika di musim mudik di jakarta) dihadapan ALLAH dan Dirumahnya manusia masih menunjukkan sifatnya yang serakah, aniaya..dan ria.

ketika kita mencoba mencoba menerobos masuk mencium hajar aswad beberapa dari rombongan ALHAMDULILLAH berhasil mencium HAJAR ASWAD walaupun harus berjuang keras sesama Jemmaah dari negara-negara laen yang memiliki postur tubuh lebih besar dibandingkan ukuran normal orang indonesia..yah semua berkat izin ALLAH dan kesabaran untuk melapangkan NIAT.

Sebagian dari ibu-ibu tidak berhasil mendapatkan kesempatan untuk dapat mencium HAJAR ASWAD, karena begitu padatnya orang-orang di sekitarannya yang mencoba kesempatan.Dan beberapa orang telah membatalkan niatnya untuk dapat mencium hajar aswad. dan kembali ke penginapan untuk beristirahat. Tanpa diduga ada sekelompok orang yang menawarkan budi baiknya kepada beberapa ibu-ibu untuk membantu agar niatnya kesampaian untuk mencium hajar aswad ( sekelompok orang ini sesama bangsa dan bertempat tinggal di wilayah mekkah) dan sungguh bahagianya sebagai bangsa yang dirantau saling bantu membantu ketika ada dalam kesulitan dan alangkah mulianya pahala yang diganjarkan karena berada dijalan ALLAH dan beribadah mengharapkan RIDHONYA ditanah yang dimuliakan ( ini pikiran dan hal terlintas dibenak kami yang awam dan baru pertama menginjakkan tanah MAKKAH)

Dan dengan bantuan dari teman-teman yang berbaik hati tersebut beberapa dari ibu-ibu tersampaikan niatnya untuk mencium HAJAR ASWAD batu mulia dari surga sebagai pelengkap berdirinya baitullah yang dibangun Nabi IBRAHIM As dan anaknya ISMAIL As dan Hajar Aswad menjadi pemersatu antara Kaum MUhajirian dan ANShar dizaman RASULLAH. kedudukan hajar ASWad memiliki tempat tersendiri bagi jemaah yang melakukan UMRAh atau HAJJ .

Setelah tunai meluluskan niatnya beberapa dari teman2 yang berbaik hati menyilahkan ibu-ibu yang kelelahan sedari tadi untuk istirahat di pelataran masjid sambil menikmati kesejukan air ZAM_ZAM dari mata air dipadang tandus yang tak pernah surut dan terus mengalir, inilah Mukjizat yang tiada duanya.( kalau dilihat dari kontur kota makkah yang berbukit dan tandus sangat mustahil ditemukan mata air yang mengalir tanpa henti).karena pada umumya tanah arab menggolah air laut menjadi air tawar .Maha suci ALLAH yang memberikan kebesarannya dan Tanda penciptaannya.

Disela-sela istirahat melepaskan lelah teman-teman yang membantu jemaah mulai bercerita tentang kehidupan,harapan untuk pembiayaan keluarga dan menjadi pekerja di tanah rantau..dan mereka mengharapkan keikhlasan dari jemaah yang telah diberikan pertolongan atas jasa mereka untuk memberikan sembarang hadiah atau tanda terimaksih..Tentunya jemaah yang merasa terbantu dengan ikhlas memberikan ucapan terimakasih untuk membantu kelangsungan keluarga mereka ditanah air. Dan dengan keikhlasan ibu-ibu ( karena sedang melakukan ibadah sebagian jemaah membawa bekal secukupnya) memberikan sebagai ucapan terimakasih. dan ibu-ibu menghaturkan terimakasih kepada temen2 yang telah membantu sesama bangsa di tanah rantau. tapi sungguh kekecewaan yang diterima oleh jemaah ternyata temen2 kita tersebut menentukan jumlah uang yang harus dibayarkan kepada mereka atas jumlah orang yang ditelah mereka perbantukan…subhanallahh…

Dihadapan Allah dan ditanah yang dirahmatinya begitu banyak hamba-hambanya yang ingkar dan mejadikan agama sebagai perhiasan belaka untuk mengejar dunia.Begitu mudah menjadikan agama sebagai alat, sungguh begitu murka ALLAH terhadap orang-orang MUNAFIK.

Atas seizin ALLAH pula akhirnya jemaah terselamatkan karena tidak memiliki bekal yang cukup di saku masing-masing dan hanya memiliki beberapa riyal sahaja( mata uang arab). dan mereka dengan nada yang kesal akhirnya meninggalkan jemaah.

Keesokan harinya jemaah mengambil ibadah sunnah masing-masing dan melakukan kegiatan sendiri-sendiri dan ada beberapa masih melakukan tawaf sunnah ,dan dengan seizin ALLAH ketika melakukan thawaf kita bertemu dengan teman teman kita yang membantu jemaah kemarin.. dan mereka menyebar diantara beberapa jemaah yang hendak menuju hajar aswad ,menghampiri ibu-ibu yang disekitarannya..( kelihatannya yang dihampiri jemmah yang baru tiba) kami hanya berdoa semoga Allah menjaga hati kami dari berprasangka . dan Semoga ALLAH melapangkan jalan orang-orang yang IKHLAS.

TIRANI

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) , on Juli 24, 2008 by fahrizalmochrin

Di penghujung malam disudut kamar ditemani suara jangkring yang bernyanyi diantara gemericik embun yang mulai jatuh membasahi dedaunan dipelataran bumi..disini ku nikmati malam merenungi perjalanan sepi dalam langkah menggapai harapan dan impian…

Perjalanan Bangsa yang menorehkan sejarah dimalam-malam panjang,mengonyak tirani dihamparan hujaman dan tikaman dan pengkhianatan..perjalanan sepi para pejuang yang terpinggirkan, perjuangan kawan-kawan meneriakan DEMOKRASI ATAU MATI..

Perjalanan masih panjang kawan…. Dimana perjuangan ditikam belati jangan berhenti…

Slogan demokrasi kaum muda membakar semangat jiwa dihujan letusan senapan di terjang bayonet dihantam kepalan ,tak menyurutkan langkah…. dan kini dimana mereka kawan para pejuang demokrasi sejati…

adakah mereka masih sejatinya meneriakkan demokrasi ???? adakah masih meneriakkan keadilan menumpas tirani….

atau mereka terkapar tak berdaya dalam bius keserakahan dan ambisi dan menjadi pilar ketak berdayaan yang dihujam oleh intrik dan kekuasaan….

ingatlah….perjuangan menegakkan keadilan terus diteriakkan kawan …dan waktu khan menagih janjinya meneriakkan kembali demokrasi sejati

Kisah sang penyapu jalan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) on Juli 24, 2008 by fahrizalmochrin

Kisah ini bermula disebuah sudut kota dilintas lalu lalang kendaraan dan hilir mudik orang-orang yang lalu…diantara debu dan dedaunan yang menguning dan jatuh ke bumi mengering seorang pria tua dengan pakain lusuh dan janggut tipis yang mulai memutih masih mengayunkan penyapunya membersihkan debu dan kotoran dipelataran jalan di teriknya sang surya. sambil melangkah pulang dari perjalan lelahku, kumenlintasi jalan yang berdebu dan penuh dedaunan kering dari rerimbunan pepohonan yang menjulang keangkasa. Kuayuhkan langkakhu melewati hari panjangku yang melelahkan dengan bentuk rutinitas yang terpajang. Saat ku melintasi jalan itu seorang tua tersenyum sambil mengucap salam seraya memberikan keteduhan wajahnya dipanas yang terik.

Yah… Pak tua itu dengan riangnya dan penuh keihklasan terus menyapu jalanan yang berdebu disepanjang harinya,, dan setiap langkah melintas dijalan yang sama menuju arah tujuan dan kembali keperaduan.

setiap langkah dan waktu terus bergulir… pak tua masih menyapu jalanan diiringi kicau burung-burung pagi, warna warni hiasan taman , dikuntumnya bermekaran bunga diantara hijaunya dedaunan ikut berdoa akan hari-harinya… jalanan yang selalu asri ,tertata indah dalam warna warni keikhlasan…setiap senyum khan hadir menghias wajah yang dibalut terpaan gelombang dalam mengarungi kehidupan , keteduhan..dan kedamaian terpancar dari sinar wajahnya…bagai telaga bening di ditengah dahaga…

Kulintasi jalan yang terik disengat sang surya menerobos dari rindang dedaunan, dipenghujung nun dibawah rindang dedaunan pak tua membuka lembaran bungkusan dan merapikan pakain dunianya, dibentangkannya selembar hamparan kain putih dihadapannya,,,dibasuhnya seluruh anggota tubuhnya dengan tetesan air dari mata air yang mengalir dari sela-sela perut bumi… dihadapkan wajahnya ke arah yang Menjadikannya…lamat-lamat terdengar suara indah terbawa bisikan sang bayu…menyampiri di bisikan indra sang pencipta…ada keteduhan disana..alunan alfatihah memuji kebesarannnya menggema ke sanubari…pepohonan dan burung-burung ikut bertasbih dan memujinya bersama dengan sujudnya

Waktu bergulir bersama kehidupan yang bergerak maju setiap langkah, mengayuh menggapai hari yang berganti…dengan segala cerita kehidupaN. Ada kerinduan disana menapaki jalan yang lama tak terlintasi di penghujung hari yang melelahkan, kulangkahkan kakiku melintasi jalan diantara keteduhan dan kedamaian diantara kicau burung yang terbang dari ranting ke ranting yang lain.ada kerinduan disan mendengar salam dan keteduhan wajahnya….

kulintasi jalan itu lagi…. tak seorang pun disana…… lamat-lamat ku dedekati tempah berteduhnya dibawah rindang pepohonan… tak kutemukan seorang pun disana…. kubertanya pada orang yang lalu…. semua tak pernah tahu……. hari-hari kulintasi jalan itu lagi…… tak ada kicau burung yang bernyanyi….. tak ada mekar bunga menebar wangi……….. dahan-dahan layu dan mengering…….. Terhampar dibawah rindang Pepohonan sepetak tanah yang mengering yang enggan di tumbuhi ialalang dan rerumputan……

Semoga selalu terjaga kebersihan hati kita.