Hajar Aswad

ini cerita yang mungkin pernah dialami beberapa dari ribuan orang yang pernah ke tanah suci mekkah berkunjung ke baitullah “MAKKAH ALMUKARRAMAH” dan ini terjadi di tanah suci ditanah yang manusia bermunajat berserah diri kehadapan allah memohon keridhoannya dan meluluhkan dunianya…

ketika kita bertawaf mengitari KABBAH pengalaman yang sungguh tidak terlupakan berada dirumah ALLAH dan terpilih memenuhi panggilannnya untuk mengagungkan kebesarannya. dan memujinya.Dihadapannya kita adalah hamba yang lemah..

Sungguh mulianya ketika kita berada di tanah suci melakukan kebaikan dan meringankan beban sesama membantu yang lemah dalam mencapai ridho ALLAH.

Kisah ini hanya sebagian cerita di tanah MAKKAH yang dirahmati ALLAH, Ketika dalam melakukan Thawaf mengitari KABBAH dan kami Berdoa didepan BABBULSALAM selesai melaksanakan shalat di makam ibrahim dan ismail kami serombongan melihat banyak jemaah yang ingin mencium HAJAR ASWAD..Yang sebenarnya hajar ASWAD adalah kumpulan dari pecahan batu yang dipadukan kembali menjadi satu dan ditanamkan di sudut pintu KABBAH. dan di diikat oleh perak putih disekelilingnya dan dibentuk melengkung sehingga ukuran kepala manusia ketika mencium hajar aswad dapat menyentuh kedalamannya.

ketika rombongan hendak mencoba mencium hajar aswad kelihatannya dan perkiraan yang diharapakan semudah membalikkan telapak tangan..tapi sebenarnya itu adalah perjuangan yang terberat, berdesak-desakan setiap jemaah untuk dapat menyentuh,.nya dan acapkali ketika ada tepat di hadapan HAJAR ASWAD terpental kebelakang karena ada yang menarik dari belakang, dan jemaah yang laen menerobos dari arah yang berbeda mengambil posisi( tak jauh bedanya ketika penumpang harus berebutan untuk naik bus ,kereta api ketika di musim mudik di jakarta) dihadapan ALLAH dan Dirumahnya manusia masih menunjukkan sifatnya yang serakah, aniaya..dan ria.

ketika kita mencoba mencoba menerobos masuk mencium hajar aswad beberapa dari rombongan ALHAMDULILLAH berhasil mencium HAJAR ASWAD walaupun harus berjuang keras sesama Jemmaah dari negara-negara laen yang memiliki postur tubuh lebih besar dibandingkan ukuran normal orang indonesia..yah semua berkat izin ALLAH dan kesabaran untuk melapangkan NIAT.

Sebagian dari ibu-ibu tidak berhasil mendapatkan kesempatan untuk dapat mencium HAJAR ASWAD, karena begitu padatnya orang-orang di sekitarannya yang mencoba kesempatan.Dan beberapa orang telah membatalkan niatnya untuk dapat mencium hajar aswad. dan kembali ke penginapan untuk beristirahat. Tanpa diduga ada sekelompok orang yang menawarkan budi baiknya kepada beberapa ibu-ibu untuk membantu agar niatnya kesampaian untuk mencium hajar aswad ( sekelompok orang ini sesama bangsa dan bertempat tinggal di wilayah mekkah) dan sungguh bahagianya sebagai bangsa yang dirantau saling bantu membantu ketika ada dalam kesulitan dan alangkah mulianya pahala yang diganjarkan karena berada dijalan ALLAH dan beribadah mengharapkan RIDHONYA ditanah yang dimuliakan ( ini pikiran dan hal terlintas dibenak kami yang awam dan baru pertama menginjakkan tanah MAKKAH)

Dan dengan bantuan dari teman-teman yang berbaik hati tersebut beberapa dari ibu-ibu tersampaikan niatnya untuk mencium HAJAR ASWAD batu mulia dari surga sebagai pelengkap berdirinya baitullah yang dibangun Nabi IBRAHIM As dan anaknya ISMAIL As dan Hajar Aswad menjadi pemersatu antara Kaum MUhajirian dan ANShar dizaman RASULLAH. kedudukan hajar ASWad memiliki tempat tersendiri bagi jemaah yang melakukan UMRAh atau HAJJ .

Setelah tunai meluluskan niatnya beberapa dari teman2 yang berbaik hati menyilahkan ibu-ibu yang kelelahan sedari tadi untuk istirahat di pelataran masjid sambil menikmati kesejukan air ZAM_ZAM dari mata air dipadang tandus yang tak pernah surut dan terus mengalir, inilah Mukjizat yang tiada duanya.( kalau dilihat dari kontur kota makkah yang berbukit dan tandus sangat mustahil ditemukan mata air yang mengalir tanpa henti).karena pada umumya tanah arab menggolah air laut menjadi air tawar .Maha suci ALLAH yang memberikan kebesarannya dan Tanda penciptaannya.

Disela-sela istirahat melepaskan lelah teman-teman yang membantu jemaah mulai bercerita tentang kehidupan,harapan untuk pembiayaan keluarga dan menjadi pekerja di tanah rantau..dan mereka mengharapkan keikhlasan dari jemaah yang telah diberikan pertolongan atas jasa mereka untuk memberikan sembarang hadiah atau tanda terimaksih..Tentunya jemaah yang merasa terbantu dengan ikhlas memberikan ucapan terimakasih untuk membantu kelangsungan keluarga mereka ditanah air. Dan dengan keikhlasan ibu-ibu ( karena sedang melakukan ibadah sebagian jemaah membawa bekal secukupnya) memberikan sebagai ucapan terimakasih. dan ibu-ibu menghaturkan terimakasih kepada temen2 yang telah membantu sesama bangsa di tanah rantau. tapi sungguh kekecewaan yang diterima oleh jemaah ternyata temen2 kita tersebut menentukan jumlah uang yang harus dibayarkan kepada mereka atas jumlah orang yang ditelah mereka perbantukan…subhanallahh…

Dihadapan Allah dan ditanah yang dirahmatinya begitu banyak hamba-hambanya yang ingkar dan mejadikan agama sebagai perhiasan belaka untuk mengejar dunia.Begitu mudah menjadikan agama sebagai alat, sungguh begitu murka ALLAH terhadap orang-orang MUNAFIK.

Atas seizin ALLAH pula akhirnya jemaah terselamatkan karena tidak memiliki bekal yang cukup di saku masing-masing dan hanya memiliki beberapa riyal sahaja( mata uang arab). dan mereka dengan nada yang kesal akhirnya meninggalkan jemaah.

Keesokan harinya jemaah mengambil ibadah sunnah masing-masing dan melakukan kegiatan sendiri-sendiri dan ada beberapa masih melakukan tawaf sunnah ,dan dengan seizin ALLAH ketika melakukan thawaf kita bertemu dengan teman teman kita yang membantu jemaah kemarin.. dan mereka menyebar diantara beberapa jemaah yang hendak menuju hajar aswad ,menghampiri ibu-ibu yang disekitarannya..( kelihatannya yang dihampiri jemmah yang baru tiba) kami hanya berdoa semoga Allah menjaga hati kami dari berprasangka . dan Semoga ALLAH melapangkan jalan orang-orang yang IKHLAS.

Satu Tanggapan ke “Hajar Aswad”

  1. kapan yah saya bisa kesana?hehehe..
    slmt malam pak Rizal,dan salam kenal dariku langitjiwa
    ………………………………………………………………………
    insya allah berkehendak mas dipanggil mengunjugi rumahNYA yang mulia

Tinggalkan Balasan