Kisah sang penyapu jalan

Kisah ini bermula disebuah sudut kota dilintas lalu lalang kendaraan dan hilir mudik orang-orang yang lalu…diantara debu dan dedaunan yang menguning dan jatuh ke bumi mengering seorang pria tua dengan pakain lusuh dan janggut tipis yang mulai memutih masih mengayunkan penyapunya membersihkan debu dan kotoran dipelataran jalan di teriknya sang surya. sambil melangkah pulang dari perjalan lelahku, kumenlintasi jalan yang berdebu dan penuh dedaunan kering dari rerimbunan pepohonan yang menjulang keangkasa. Kuayuhkan langkakhu melewati hari panjangku yang melelahkan dengan bentuk rutinitas yang terpajang. Saat ku melintasi jalan itu seorang tua tersenyum sambil mengucap salam seraya memberikan keteduhan wajahnya dipanas yang terik.

Yah… Pak tua itu dengan riangnya dan penuh keihklasan terus menyapu jalanan yang berdebu disepanjang harinya,, dan setiap langkah melintas dijalan yang sama menuju arah tujuan dan kembali keperaduan.

setiap langkah dan waktu terus bergulir… pak tua masih menyapu jalanan diiringi kicau burung-burung pagi, warna warni hiasan taman , dikuntumnya bermekaran bunga diantara hijaunya dedaunan ikut berdoa akan hari-harinya… jalanan yang selalu asri ,tertata indah dalam warna warni keikhlasan…setiap senyum khan hadir menghias wajah yang dibalut terpaan gelombang dalam mengarungi kehidupan , keteduhan..dan kedamaian terpancar dari sinar wajahnya…bagai telaga bening di ditengah dahaga…

Kulintasi jalan yang terik disengat sang surya menerobos dari rindang dedaunan, dipenghujung nun dibawah rindang dedaunan pak tua membuka lembaran bungkusan dan merapikan pakain dunianya, dibentangkannya selembar hamparan kain putih dihadapannya,,,dibasuhnya seluruh anggota tubuhnya dengan tetesan air dari mata air yang mengalir dari sela-sela perut bumi… dihadapkan wajahnya ke arah yang Menjadikannya…lamat-lamat terdengar suara indah terbawa bisikan sang bayu…menyampiri di bisikan indra sang pencipta…ada keteduhan disana..alunan alfatihah memuji kebesarannnya menggema ke sanubari…pepohonan dan burung-burung ikut bertasbih dan memujinya bersama dengan sujudnya

Waktu bergulir bersama kehidupan yang bergerak maju setiap langkah, mengayuh menggapai hari yang berganti…dengan segala cerita kehidupaN. Ada kerinduan disana menapaki jalan yang lama tak terlintasi di penghujung hari yang melelahkan, kulangkahkan kakiku melintasi jalan diantara keteduhan dan kedamaian diantara kicau burung yang terbang dari ranting ke ranting yang lain.ada kerinduan disan mendengar salam dan keteduhan wajahnya….

kulintasi jalan itu lagi…. tak seorang pun disana…… lamat-lamat ku dedekati tempah berteduhnya dibawah rindang pepohonan… tak kutemukan seorang pun disana…. kubertanya pada orang yang lalu…. semua tak pernah tahu……. hari-hari kulintasi jalan itu lagi…… tak ada kicau burung yang bernyanyi….. tak ada mekar bunga menebar wangi……….. dahan-dahan layu dan mengering…….. Terhampar dibawah rindang Pepohonan sepetak tanah yang mengering yang enggan di tumbuhi ialalang dan rerumputan……

Semoga selalu terjaga kebersihan hati kita.

Satu Tanggapan ke “Kisah sang penyapu jalan”

  1. inspiring pak… makasih :D

Tinggalkan Balasan