Arsip untuk Agustus, 2008

Benang Kasih

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 30, 2008 by fahrizalmochrin

Titik mata api membara disudut hati ketika sebuah makna pengorbanan dan keikhlasan berbuah derita , sungguh arti yang sulit di mengerti sebuah bentuk kezaliman yan terencana dalam bingkai dusta mengoyak sebuah tatanan yang terbina dalam ikatan kasih.

Penafikan yang terbelenggu dalam nafsu yang meraja meraih keangkuhan menebarkan sejuta sekam di balut dendam..adakah ini penistaan kalbu melepaskan belenggu diri menikam di urat nadi meluahkan rajam diantara luka-luka yang menganga .

Benang kasih yang terulur jauh di arak ketinggian awan melambai melepaskan sebuah arti di terjang hembusan angin…. jauh.. dan terbenam dalam ketakberdayaan di balut benalu yang melekat dalam , merobek luka..bergayut jauh dititik langit dan hilang dalam kelam..

Akankah tali kasih khan terajut kembali..di gelora dalam riak nafsu yang meraja membenamkan asa..tali kasih terobek sebuah luka..ketakberdayaan ..keserakahan..

Ya Allah limpahkan ketabahan ..kesabaraan dan keihklasan kami meraih cintamu dalam mengarungi kehidupan..

Ya Allah jauhkan kami dari Murkamu dan dekatkan kami dalam KasihMu, Jadikan kami hambamu yang bersyukur atas nikmatMU.

Amanah dalam Ke Ikhlasan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 28, 2008 by fahrizalmochrin

Senja hari di mentari yang mulai bergulir di ufuk barat..dering nada panggil dari selulerku menghentakkan lelahku sebuah suara kecil yang lama tak terdengar menebar sejuta makna arti kerinduan yang dalam .

Assalamualaikum…

Sebuah makna yang menyejukkan jiwa terhantar dari sebuah keikhlasan dalam meraih silaturahmi.. Diantara peluh yang merona di wajah sebuah perbincangan menyeruak direlung kalbu..Ya allah pintu rahmatmu teruntuk hamba yang ikhlas.. pintu rejekimu untuk hambamu yang amanah…Niat dilubuk hati kami menembus arsymu…Munajat dalam doa kami memengisi malam-malam teruntuk MU…

Adakah Rejeki yang kau limpahkan ke kami sebenarnya adalah milik sebahagian hambamu yang menahan kan lapar berteduhkan langit-langit malamMU , di belai Dinginnya titik embun yang menitik di bumi.

Adakah Rejeki yang Kau berikan Hari ini adalah milik Hambamu yang tergeletak tak berdaya menahankan derita di antara titik nadi yang berdenyut lemah…

Adakah Rejeki yang kau curahkan ke kami sejatinya adalah milik mereka adakah kami menjalankan amanah yang kau titipkan menjadikan kami pilihan diantara hambamu..

Adakah Niat yang tulus dalam doa dimunajat hambamu mengelora diriak kehidupan… Disore hari yang berangsur pergi bergantikan malam sebuah makna telah terpatri didiri adakah rejeki hari ini mIlik kami ataukah Milik Mereka…Semoga ke Ikhlasan tercurah ke hati kami.

Kemaafan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 27, 2008 by fahrizalmochrin

Titik-titik hujan yang turun membasahi bumi, menggenang di hujung trotoar jalan dimalam-malam yang larutkan hening..langkahku terhenti diketeduhan sebuah rindang pepohonan hijau nan rindang melepaskan lelah di ttitik air yang memberikan karunianya.

Kembali ku kembali di pelataran kota yang telah lama tertinggal jauh di penghujung belahan dunia..lintasan yang tak lagi sama, pepohonan yang menjulang..warna-warna penghidupan yang bergerak maju..dipenghujung hari yang merobek hari..manusia -manusia yang menapaki hari dalam mengakais lembaran-lembaran rejeki illahi dalam kepenatan hari dalam peluh..

Diantara Terik mentari beralaskan peluh, di malam yang pekat riak-riak kehidupan malam bergajut memberi warna diantara kehidupan yang bergulir..Kehidupan yang terus berputar disisa hari sang pencari yang membalut cinta dalam memapah kehidupan di belai malam digelar secangkir kehangatan bertemankan semburan asap yang mengawan terperi menatap arah kehidupan..

Kehidupan yang tak pernah lelah menebar hari,..Matahari yang tak pernah jenuh menebar sinarnya…Rembulan yang setia menemani Malam…Adakah manusia Lelah mengarungi Hidup..Adakah manusia jenuh menorehkan kebenaran….Adakah manusia melupakan arti kesetian Cinta dan kasih sayang terhadap sesama…Adakah tersedia kemaafaan yang terukir di relung jiwa…

Ketika Pintu Kemaafan terlebar luas di rahmatnya..adakah manusia yang terpenjara dalam kebencian menyelimuti dendam..terkukung rasa..melupakan makna keikhlasan meraih kedamaian..Dititik hujan yang membasahi bumi yang teramat rapuh dilangkah yang terkulai lelah ku genggam asa tuk kembali menuai arti kemaafan diri.

kembali pulang

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 24, 2008 by fahrizalmochrin

Jejak langkah kaki kembali mengitari perjalanan panjang, mengitari senja bersama kepak sayap camar laut terbang tinggi keangkasa kembali ke peraduan..kulangkahkan kaki menepaki hari berjalan bersama sang waktu merentas asa dan kembali pulang ke peraduan sang malam dalam kerinduan yang terdalam merengkuh cinta melepaskan semua beban..

Perjalanan waktu yang menorehkan luka-luka ,menempa hidup mencari makna arti diri dalam kehidupan..kini kujejakkan kaki dari penghujung waktu merengkuh angkasa dalam kepak sayap burung besi , ada kerinduan disana bersama waktu yang jauh tertinggal dan aku ada disini kembali pulang.. Kembali mencercah hari yang menghias titi-titik hujan yang membasahi dedaunan hijau, air sungai yang mengalir di sela riaknya yang mengelora , kicau burung pagi bersiut-siut menyambut sang pagi..

Kulangkahkan jejak letih menggapai ampunan rindu dan belai kasih. meluahkan resah dalam selaksa doa dalam untaian cinta, bersujud mengiba menghujamkan rasa dipangkuan dan buaian makna menggapai ridho illahi..meleburkan airmata dalam kasihnya dipelukan dan buain kasih sayang dalam belaianmu dimasa yang lalu dan kasih mu seluas samudra…., ibunda….kembali ku pulang… mengurai cerita dalam kasihmu..

Perjalan ini teramat panjang….
perjalan sunyi…
perjalanan mencari arti diri…
dan kita khan kembali…

Ramadhan di Yang Lima

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 18, 2008 by fahrizalmochrin

Tidak terasa dipenghujung hari,bulan suci bulan penuh rahmat khan hadir diantara kita setelah lelah menjalani kehidupan dunia, jiwa kembali mengalami penyucian dibulan ramadhan yang membawa rahmat ke semua mahluk semestanya. Semarak ramadhan menjadi sebuah titik tolak berkehidupan seluruh umat manusia memaknai kehidupan,melatih diri dari hawa nafsu, hikmah dibalik Ramadhan memberi makna yang teramat dalam bagi sesama mahluk, pembelajaran diri,mengasah nilai-nilai kemanusiaan untuk berbagi dengan sesama. Dalam Konsep Ke islaman Ketika ajaran pertamaNYA adalah TAUHID Menggemakan sebuah Ikrar diri (SYAHADAT) Memaknai ketuhanan (ALLAH) dan Kekasih pilihan diantara umatnya (MUHAMMAD RASULULLAH) yang membentangkan jalan kehidupan di muka bumi sebagai pengemban ajaranNYA. syahadatnya dirangkum dalam waktu perputaran bumi mengitari tata suryanya menjadi pembagi arah waktu,di lima masa dalam harinya ,di takbirkan dalam makna SHALAT makna Penyerahan diri yang dijawantahkan dalam kesatuan yang kukuh dalam kebersamaan dipanji panjinya. Melengkapi makna kebersamaan diperlukan pelatihan diri (bahasa kerennya Training kali yee..) dilingkup diantara hari di kitaran tahunnya sebuah bulan yang memiliki keistimewaan diantara bulan lainnya di namakan RAMADHAN bulan seribu BUlan, Bulan pengampunan , wadah pelatihan diri (wah ternyata manusia perlu ditraining ulang untuk menjadi manusia setiap tahunnya….) Jadi seperti sebuah kehidupan layaknya manusia di Recharge kembali dalam setahunnnya di lembaga RAMADHAN EDUCATION CENTRE, sebuah lembaga non Profit yang melatih diri dalam berkehidupan sosial,mengasah keimanan ke penciptanya, menjalin kebersamaan (tentunya kalo bukan di ramadhan ndak bakalan anak,istri,suami bisa duduk bersama , boror-boro deh,,)

Dalam Konsepnya Di ramadhan begitu banyak hikmah yang terkandung didalamnya, membentuk jiwa kembali suci, dimalam malamnya ramadhan membukakan rahmatnya melapangkan pintu-pintu langitnya untuk mahluk dimuka bumi mensucikan diri (asik juga yah…ndak perlu laporan ke paspawpres masuk ke istana.. dapat THR dari NYA), di harinya ramadhan memberikan penghidupan dalam melatih diri dan jiwa yang ridho akan zatnya. di bulannya begitu banyak aspek yang diajarkan dalam berkehidupan, dan selayaknyalah manusia mengejawantahkan di kehidupan 11 bulan selanjutnya dalam mengarungi hidup dan akan kembali menjalani training setahun berikutnya , mengintrospeksi perjalanan kehidupannya (kalo masih diberi kesempatan ..) dibawah bimbingan Trainer Agung , mencurahkan kasih sayangnNYA direlung kalbu terdalam , mengisi hati-hati umatnya di naungan CintaNYA.

Ketika tingkatan diri menjalani akhir kesempunaan selayaknya menjadi tujuan, Keikhlasan hamba terhadap penciptanya berbanding lurus terhadap kecintaan terhadap sesama (habb lulminALLAH wa habb lulminANNAS) melapangkan jalannya berbagi merendahkan diri meringankan beban kaum dhuafa,fakir miskin anak yatim piatu. ketinggian langit tak teruji tanpa kerendahan bumi meraih luasnya..melapangkan jalan dalam ZAKAT bentuk pengikhlasan diri menuju kesempurnaan hamba dan tuhanNYA. Manifestasi kecintaan terhadap TUHANNYA di jawantahkan dalam mencintai Mahluk mahluknya dan alam sekitar CiptaanNYA (naif ketika manusia mengatasnamakan KEAGUNGANNYA meletakkan makna yang sempit dalam beragama menzalimi sesama) Dimanakah cinta ALLAH berada…sejatinya….

Semoga BAITULLAH memanggil jiwa kita Menyempurkankan Rukunnya Yang Lima dalam panggilan diri dan Menggenggamnya di jemari meraih ukuwah membentangkan silaturahmi dalam kesatuan ummat dalam kasih sayangnya.

Perjalanan Rindu..

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 17, 2008 by fahrizalmochrin

Kulintasi tepian hari

melintasi waktu letih berdiri

mencari arti diri

merengkuh jiwa dipeluh sunyi

kembali merentas janji

mendekap makna cinta..sejati

perjalanan rindu terpatri

meluahkan asa sepi

berlabuh …meraih mimpi

menggapai impian pasti

diikatan suci

mencari sebuah arti

hidup yang hakiki

makna insan yang berbakti

di naungan rabb ajali

kami kembali

Angka & Akal

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 16, 2008 by fahrizalmochrin

Jumlah Angka dalam bilangannya dimulai dari Kosong dan diakhiri dengan bilangan Sembilan, jumlah bilangan huruf dimulai dari Ajad A hingga Z, Dalam ilmu aljabar bilangan angka memiliki bilangan yang ganjil dan genap dan jika dijumlahkan menjadi nilai sebuah angka yang kelipatan berikutnya.Berbagai rumus dan tehnik penggunaan angka dapat ditemukan dalam berbagai disiplin ilmu yang dirangkup dalam wadah AKAL. Dalam bilangan abjad Kesatuan huruf memiliki makna ketika dirangkaikan dalam sebuah kata dan tersusun dalam bentuk kalimat.

Di seluruh penjuru alam raya jumlah angka yang tercipta memiliki berbagai makna dalam berkehidupan dan menjadi tolak ukur dalam berprilaku, angka kosong dijadikan sebuah pelengkap dari kesempurnaan di sejumlah angka yang sembilan. Ketika makna Kosong dihartikan suatu Kehampaan, dan tidak memiliki sebuah nilai.Sebaliknya jika disandingkan ke angka berikutnya kehampaan memiliki nilai yang sangat berharga. ( kalo punya uang angka 100 perak paling buat coin kerokan kalo masuk angin,,,kalo bilangan kosongnya ditambahkan dalam beberapa digit jumlahnya mencapai miliyar atau triliun bisa buat apa yach…)

sejatinya Sebuah angka memiliki nilainya tersendiri, sebuah angka dipakai dalam pengukuran waktu dalam pergantian matahari dan bulan, pergantian tahun , mengukur cuaca dan aka Lah yang mengembangkan jumlah bilangan yang tercipta dalam berkehidupan dialamNYA, dan menjadi pembelajaran bagi hamba yang bersyukur. karena akal adalah mahluk ALLAH yang mampu menerima hakikat ILMU.

Bilangan huruf yang tersusun 25abjad tunggal yang terdiri dari kumpulan huruf vocal dan konsonan ketika dirangkai menjadi kalimat tercipta ribuan bahasa di seluruh jagad raya, hanya ALLAH yang dapat mehamahi bahasa UmatNYA, Mahluk ALLAH di muka bumi berbicara dalam bahasanya, Alam raya dan seisinya memiliki bahasanya tersendiri, Lautan dan langit dan tata surya meciptakan bahasa yang dipahami oleh kaumnya. Ketika Alam berbicara dalam bahasanya,ketika alam memberikan peringatan dalam lakunya,, apakah manusia yang diberikan kelebihan AKAL tidak mampu memahami bahasa ALAM…

Semoga ALLAH menjaga hati dan lidah kita dalam Berucap,…

Nabi yang Ummi

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , , on Agustus 15, 2008 by fahrizalmochrin

Sekolah-sekolah umum , baik sekolah dasar ampe kuliahan memasukkan mata Pendidkan agama, baik itu sekolah kampung yang beratap genteng yang mulai bocor maupun sekolah yang bertegel marmar.., dengan kurikulum yang berjubel dari caturwulan ataupun semester.mata pelajaran Agama menjadi kuliah wajib buat guru guru disekolahn maupun dibangku kuliahaan ( kali banyak anak didik yang ndak beragama kali yee..)

Dalam mata pelajaran agama ( tentunya agama yang penganutnya terbesar di indonesia adalah islam) yang katanya penduduknya 90% ISLAM ( KTP nya doang )..,diajarkan dasar-dasar beragama , sejarah dan kisah kisah tauladan..dan paling menarik adalah sejarah kelahiran ISLAM yang dibawa oleh RASULULLAH seorang Nabi dan rasul PilihanNYA. Menilik sejarah Kerasulan Nabi yang mulia dari kelahiran hingga wafatnya, berbagai tema dan kisah-kisah yang di riwayatkan sahabat dan ulama dan tabiin yang dirangkup dalam kitab hadist menjadi acuan utama dalam memaparkan kisah perjalanan Sang NABI PILIHAN. Disekolah diajarkan keteladan dan budi pekerti nabi yang diggelar AL AMIN ( Yang terpercaya), dan digelar nabi yang UMMI..

Menkaji kata- kata UMMI dalam literatur sejarah dan tata bahasa arab memiliki makna dan beragam pendapat, beberapa mahaj ulama bersependapat UMMI dalam artian sederhananya disimpulkan seorang yang tidak bisa membaca, dan ini menjadi landasan dalam berpikir dalam beragama setiap ummah,dan diajarkan dari bangku sekolah yang terendah hingga perkuliahan. Dalam menilik kata UMMI perlu dikaji dalam sudut pandang masa dan zaman ketika RASULULLAH dilahirkan dan Menjadi pemimpin UMMAH. Dalam kajian sejarah saat itu MEKKAH sebuah kota yang terletak di lembah pegunungang karang yang tandus, dan didiami oleh beberapa suku-suku yang berkumim didaerahnya yang memiliki tatanan dan kehidupan JAHILIYAH (Primitif ), dalam tatanan bangsa arab di zaman nabi tidak memiliki struktur pemerintahan ,keutamaan dilihat atas suku dan kekayaan yang dimiliki dalam hal ini terbatas pada kepemilikan onta ( orang kaya zaman dulu belum punya Mercedez atau BMW) ., Sementara Dibelahan timur semenanjung arab telah berdiri imperium parsi yang melingkupi wilayah iran, iraq dan bahrain dibelahan barat di dataran eropah telah berdiri kekuasan romawi , Perkembangan sejarah mulai mengenal kota mekkah ketika terjadinya penyerangan tentara bergajah yang dipimpin Abraha dari Yaman (kisah ini di terangkan dalam al Quran di surah AL FILL).

Selanjutnya jika dilihat sirah Kenabian RASULULAH terputus semenjak Kenabian IBRAHIM yang memiliki garis keturunan langsung terhadap ISHAQ dan ISMAIL yang keduanya di angkat oleh allah menjadi NABI bagi umatnya, Nabi ISHAQ dari garis kenabiannya yang diturunkan oleh ALLAH di tanah PALESTINA disirahnya menurunkan nabi-nabi yang menjadi penyampai ajaran illahi. hingga kenabian ISA. Dari NAbi ISMAIL kenabiannya terputus selama berabad abad lamanya dan dturunkan allah di tanah ARAB dan hingga kemunculan RASULULLAH ,yang mana Nabi MUHAMMAD tidak memiliki sirah dari Kenabian terdahulunya (layaknya kenabian yang memiliki garis keturunan langsung ) Dimana RASULLAH Dilahirkan bukan dari garis keturunan para nabi, Beliau dilahirkan dari Kasih sayang ABBDULLAH dan AMINAH yang menjadi curahan kasih sayangNYA, dan menjadi YATIM selanjutnya diasuh Pamannya ABDUL MUTHOLIB. Dari Tilik sejarah ini selayaknya menjadi pelajaran bagi UMMAH , Kenabian RASULULLAH yang UMMI memiliki makna yang luas..Bahasa ALLAH meliputi luas langit dan BUmi .

Cerita Usang

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 13, 2008 by fahrizalmochrin

Di lembaran-lembaran kertas yang berserakan di antara tumpukan buku-buku yang berdebu yang lama tak terjamah, selembar kertas usang terselip menuangkan bait-bait puisi cinta ( kenangan cinta monyet kali yach..) Emang kalo bicara cinta banyak pakar dan ahlinya yang urun rembuk apalagi yang namanya ” mat comblang” merupakan tim sukses buat memenangkan pemilu di hati sang pujaan layaknya tim suksesnya pemenangan pemilu diajang pemilihan Capresdan Wapres , berbagai tehnik dan strategi dibahas..( terkadang terinspirasi filem Bolyywood ..yang terkenal dengan apanya yach…)

Kembali ke cinta monyet terkadang lucu dan menggelikan..harus pasang aksi dan strategi,dilengkapi conttra intelijen ( buat nyadap informasi penting daftar caleg yang di keluarkan heeehhe..) yang pasti cinta monyet kata orang penuh kenangan.

Ketika Bibir tak dapat berucap Ketika kata kehilangan makna ketika telinga nggan mendengar biarlah hati yang berbicara pernah ada terukir cerita indah di antara kita…….

Cermin

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 13, 2008 by fahrizalmochrin

Apa jadinya jika dirumah kita ndak punya cermin… pikiran itu sempat terlintas dibenakku ..merupakan suatu hal yang merepotkan sekali… Apalagi kalau mau menghadiri undangan kenegaraan pastinya menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin mengutak atik dandanan yang serasi,,, bak orang bilang lebih enak memuji diri sendiri di depan cermin sebelum dipuji orang laen..( perasaan dikit boleh lah..ketimbang ndak ada yang muji.) heehhee…

Kalau pergi ketukang cukur disetiap dindingnya berhiaskan cermin.. supir metro mini biar kata bermandikan keringat ndak kalah aksi ama pejabat kalo dah berada di depan cermin , kebiasaan bercermin milik siapa saja. Dengan bercermin seolah-olah menjadikan manusia lebih percaya diri ( itu kata guru saya..kalo berorasi di depan kelas harus banyak latihannya di depan cermin biar ndak gugup ) mungkin hal ini yang buat teman saya selalu percaya diri , walaupun pernah ketimpuk pintu keasikan bercermin dipelataran mall yang berhiaskan kaca..heehee..

Alkisah sang raja mengadakan suatu perhelatan di istananya mengundang para pelukis pelukis handal di seluruh penjuru negerinya, Berbagai pelukis handal dengan berbagai keahliannya mulai mengguratkan kuas di kanvas kanvasnya mempersembahkan karya terbaiknya di hadapan sang raja. Disetiap lukisan disediakan selubung ( biar ndak bisa nyontek kali yachh ).. diantara pelukis itu seorang pemuda hadir dalam perhelatan dengan berbekal sebuah pengikir mulai bekerja dengan tangannya penuh kehati-hatian, tak ada kanvas yang di goreskannya… tak ada tinta yang di bekalnya..sang raja bertanya..” hai pemuda mengapa belum kau goreskan sebentuk lukisan diatas kanvasmu..sementara waktu untuk kau persembahkan karyamu hampir usai.” Sang pemuda berujar ” Wahai paduka yang mulia hamba melukis dikanvas dengan hati, jika waktunya khan tiba akan saya perlihatkan hasil lukisan hamba dihadapan paduka.” Dan tibalah saatnya pelukis pelukis mempertontonkan keindahan guratan diatas kanvas membuat seluruh istana berdejak takjum..dan pada gilirannya sang raja memanggil sang pemuda untuk memperlihatkan hasil karyanya. Sang pemuda melangkah ke sebuah lukisan yang terindah dan meletakkan selubungnya tepat dihadapannya, perlahan dilepaskannya kain selubung yang menutupinya , sebuah cermin berkilau , bersinar-sinar memancarkan keindahan , cermin memantulkan keindahan disetiap sudutnya ketika tiitik matahari menembus dari langit-langit jendela bagaikan sebuah keindahan yang terhampar di dipelupuk mata , keindahan laksana taburan permata di lautan , menyempurnakan lukisan sang pencipta dan membingkainya dalam kebersihan hati dari debu-debu kehidupan. Cermin hati khan terjaga dijiwa memantulkan lukisan diri dalam cahaya illahi…..