Kulintasi tepian hari
melintasi waktu letih berdiri
mencari arti diri
merengkuh jiwa dipeluh sunyi
kembali merentas janji
mendekap makna cinta..sejati
perjalanan rindu terpatri
meluahkan asa sepi
berlabuh …meraih mimpi
menggapai impian pasti
diikatan suci
mencari sebuah arti
hidup yang hakiki
makna insan yang berbakti
di naungan rabb ajali
kami kembali
Masukan ini dipos pada Agustus 17, 2008 6:11 am dan disimpan pada memaknai hidup dengan kaitan (tags) coretan hati, puisi jiwa. Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
Agustus 17, 2008 pada 7:08 am
coretan dimalam sepi tujuh belas agustus…
Agustus 17, 2008 pada 12:58 pm
Merdeka!
Mereka
Mereka-reka
Merana
Neraka…
(ini juga coretan di malam sepi tujuh belas Agustus)
Agustus 17, 2008 pada 3:01 pm
Duh, makasih nama saya disebut … halah GR
Agustus 17, 2008 pada 4:29 pm
hum??
*spechless*
ga tau mo komen gimana.
hehehehe
lam kenal ya..
Agustus 17, 2008 pada 5:47 pm
yaa Rabb,bersamaMu aku terliputi oleh cintaMU
slmt mlm pak Fahriz
Agustus 17, 2008 pada 8:36 pm
salam …Merdeka semoga bukan rekayasa
selamat malam ……salam kenal Putra Boyolali
Agustus 18, 2008 pada 12:16 am
ikut aja dech………..
walaupun secara ekonomi belum merdeka….
merdeka….(tanpa semangat)
Agustus 18, 2008 pada 4:08 am
Salam merdeka buat
mas Langit jiwa, mas doelsoehono, mas chandra, dan terus berkarya buat mas di coretan pinggirnya. tak lupa buat mbak rindu ,mbak nana ..semoga kemerdekaan bangsa menjadi titik balik menatap kehidupan meraih kemenangan.
Agustus 18, 2008 pada 7:58 am
rindu diriku pada Indonesia yang merdeka
Agustus 18, 2008 pada 9:59 am
Perjalanan rindu Bertemali cinta Pasti ‘kan sandar jua Di dermaga bahagia jiwa MERDEKA
Agustus 18, 2008 pada 10:21 am
wah 17 agustus yang sepi ya……. tetapi kok kenapa justru di malam 17 agustus yang sepi ya?? Apakah karena perasaa sepi itu lebih dikontraskan dengan perayaan 17 agustus yang serba hiruk pikuk itu??
Agustus 18, 2008 pada 11:28 am
saya 17 agustus cuma nonton mae robot-robotan sama si Kafka!
Agustus 18, 2008 pada 11:47 am
Rindu mencari pelabuhan sua
dalam ikatan suci
(sudah kan?)
semoga tergapai segala asa
Agustus 18, 2008 pada 12:32 pm
perjalanan hari ini pasti saya rindu….
Agustus 18, 2008 pada 1:38 pm
perjalanan rindu
menapaki kesahajaan
Agustus 19, 2008 pada 7:51 am
puitis di malem tujuhbelasan gini… merenungi nasib atau bangsa dan negara pak ?
Agustus 19, 2008 pada 8:02 am
perjalanan yang sangat menyentuh
Agustus 19, 2008 pada 6:41 pm
pasti
Agustus 20, 2008 pada 1:19 am
Aduh Gusti …
Ini Puisi …
Indah sekali …
(sip – sip sangat …)
Agustus 20, 2008 pada 1:13 pm
hmmm. neng juga rindu…..
btw, ditaman kemaren alhamdulilah gak ada sampah yang aneh2 pak.
adanya cuma bungkus kacang sama kerupuk yang kayanya sengaja ditinggalin orang yang jualan. tapi disitu anehnya juga ya. kok jualannya ditinggal.
neng sih bilangnya gini ma temen2, moga2 aja yang ninggalin ini bukan jualan double. jadi dia terpaksa ninggalin jualannya yang ini pas jualan yang 1 lagi laris:)
Agustus 21, 2008 pada 5:09 am
hidup yang hakiki……… setuju
Agustus 25, 2008 pada 4:13 pm
dalam bangeeet….
jadi kerasa didada, dan mengena…
kadang lalai, tapi hikmah ada dimana-mana kan?
bergetar dada terasa….
salam kenal buat pemilik blog yach