Kasih diriak gerimis
Dua Ramadhan telah berlalu..aroma khas yang menyembur diujung lorong-lorong yang bercat putih diantara hilir mudik manusia-manusia bergaun dan berjubah putih mengisi hari di gerimis yang turun menebar kasihnya di belai kepekatan malam yang terjaga diantara erangan yang meringis dibalik bilik-bilik yang tertutup rapat.
Detak nadi yang berganyut lemah menghujam diantara titik warna dalam tetesan yang berlahan mengisi nadi di kantung yang bertengger di ujung penyanggah menemani denyut yang berlahan berbisik lembut menggenggam rasa meraih kehidupan.
Di Malam yang panjang diantara titik gerimis berlahan menyebar kedinginan menusuk ke penghujung sepi , kepasrahan meraih makna hidup , pengorbanan meraih cinta , keihklasan meluahkan rasa ketakberdayaan.
Tafakur di belai doa membelai rasa kasih seorang ibu..istri.. menebar cinta. Pengorbanan ayah… suami … menggapai keikhlasan dalam erangan disudut bisikan nadi. Doa Sang Anak ..memohonkan munajat ke hadiratnya di titik rindu membasuh peluh. Ketulusan Sahabat .. mengiringi malam panjang keterjagaan diuntaian titik embun yang membasahi bumi.
Gerimis yang turun dibuai kasih yang tercurah memberi makna kehidupan menuju mata Air CInta di malam-malam NYA.
September 3, 2008 pada 2:46 pm
Smoga gerimisnya menjadi rahmat dan anugerah
September 3, 2008 pada 3:22 pm
ramadhan kariem
September 3, 2008 pada 7:09 pm
Semoga Ramadhan ini senantiasa membawa kesejukan. Menggiring langkah kita pada ketakwaan. Bagi saudara-saudara kita yang sakit, semoga lekas sembuh dan kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.
September 3, 2008 pada 8:21 pm
Tulisannya menyentuh hati untuk bertafakur…
Syukron
September 3, 2008 pada 10:56 pm
adakah kasih tercipta lewat gerimis nan menali di penghujung malam?
kadang kuberpikir, cinta-Nya meneruka ladang-ladang gelap hati
yg kadang dibaluri rindu dan dendam
dalam setiap musim yg menghamparkan jubahnya
dalam rahmat dan ampunan Sang Pengasih
September 4, 2008 pada 8:50 am
merindu cinta yang turun di setiap tetes embun
merindu Rahmaan yang tercurah di setiap desah
meraih Rahiim yang datang di setiap langkah
semoga mendekatkan kita pada-NYA
September 4, 2008 pada 12:54 pm
nice… kpn gw bisa nulis kayak gituh ya…
September 4, 2008 pada 1:12 pm
Iya, selalu ada cinta ya kang … tapi kenapa saya tidak diberi ALLAH yang satu ini yah, ah mungkin mash terlalu banyak kesalalahan saya dimasa lalu…
September 4, 2008 pada 1:21 pm
subhanallah..
September 4, 2008 pada 1:52 pm
Rindu akan setipa kasih yang telah Engkau berikan kepada kami umatmu.
hanya ada syukur untuk kebahgian dari sesama yang saling mengasihi.
September 4, 2008 pada 2:31 pm
Maksudnya baru dua ramadlan apakah Bapak Muallaf?
September 4, 2008 pada 2:44 pm
kisah yang bagus.
aku juga menulis kisah nyata bocah bernama Mirahel, yang pada Ramadhan ini berbuka puasa tanpa ayahnya, karena telah dihabisi dan dimutilasi oleh Ryan :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/09/03/mirahel-belum-tahu-bapaknya-dibunuh-oleh-ryan/
September 4, 2008 pada 8:20 pm
Selamat puasa ya pak, semoga bisa memanen berkah ramadhan
September 4, 2008 pada 8:53 pm
puisinya mantaffff…..
September 4, 2008 pada 8:57 pm
motivasi yang selalu menjadi keinginan kita bersama..
sukses selalu pak
September 5, 2008 pada 5:20 am
Sepertinya sebuah suasana yang akan selalu dirindukan.
September 5, 2008 pada 7:17 am
Damai sekali pak rasanya..
sayangnya ogut ga bisa terlena spt itu, realita diluar butuh effort besar ntuk diselesaikan..
Salut bisa begini pa..
September 5, 2008 pada 7:49 am
Hhhhhh…. nyaman membacanya…..
Rinduku selalu pada ramadhan…
September 5, 2008 pada 8:09 am
Belai rasa kasih sayang,
debaran cinta dan rahmat,
menggapai tulus keikhlasan,
memohonkan munajat,
membasuh suci ketulusan,
mengiringi malam-malam Ramadhan..
September 5, 2008 pada 8:35 am
subhanallah.., luar biasa pak..
September 5, 2008 pada 10:26 am
gerimisnya adem nian…
September 5, 2008 pada 10:27 am
selamat berpuasa ramadhan…
September 5, 2008 pada 2:29 pm
selamt manjalankan puasa Kang…salam kenal dr Semarang
September 5, 2008 pada 3:08 pm
buat mas Fahrizal & mas Zulmasri: alunan kata nan cantik. Adem dibacanya
Salam kenal yg… happy ramadhan
September 5, 2008 pada 7:17 pm
bersama malamMu,
menuju mata air Cinta.
aku merindukan itu selalu,pak.
September 5, 2008 pada 7:21 pm
ramadhan kali ini.. SANGAT NIKMAT.. hehehehe
September 6, 2008 pada 1:13 am
keren tulisannya………
September 6, 2008 pada 1:20 am
Kekaguman kepada Al Khalik, bisa ditunjukkan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui kata-kata puitis, baik bentuk prosa maupun puisi. Allah saja berdialog dengan ummatnya menggunakan bahasa (Al Quran) yang puitis.
Sesungguhnya Allah menyenangi keindahan!
Selamat berdialog dengan bahasa keindahan!
Tabik!
September 6, 2008 pada 1:47 am
Selamat berpuasa, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Amin
September 6, 2008 pada 10:33 am
subhanallah, sekali lagi kuterbuai oleh rangkaian kata yang begitu indah dari pak fahri.
“selamat menunaikan ibadah puasa”
semoga puasa kita memberikan keberkahan bagi kita. Amin
September 6, 2008 pada 12:44 pm
di tempatku tak hanya gerimis
hujan turun membasahi bumi
semoga cintaku padaNya
sederas hujan hari ini
yang tak tau kapan berhenti
September 6, 2008 pada 5:35 pm
sungguh indah Pak
September 7, 2008 pada 7:47 pm
Semoga berkah Ramadhan menyirami kita semua.