Tuk’ Anaknda…
Titik Air hujan perlahan mulai mereda membasahi bumi sang kuasa , dengan karunianya memberikan rahmat kepada hamba yang bersyukur atas nikmat sabda dewangga. Lelap malam menghantar diantara dinginnya diantara bilik renda jendela menyeruak menebar hawa dipelukan sang lembayung , semilir angin menyayikan rindu dibuai gemerincik air jatuh di jelaga di bias riak gelombang menguak rasa.
Terlelap dalam dekapan malam berarak jauh tinggi keangkasa terbawa dalam sukma bersamamu wahai kekasih hatiku belahan jiwa…melayang !!! terbang menembus cakrawala bersama kepak sayap-sayap menderu sang bayu , di gumpalan awan memecah titik air ….menjelajah khatulistiwa diantara bulir peluh membasahi pesona dewangga meniti pelanggi jingga di bias sang surya menyinari sabda pencipta.
Kekasih Hati Ku ….Pesona Jiwaku…
Pelipur dukaku…Pengobar Semangat hasratku…
Kupersembahkan untaian makna dalam sanubari, menggelora asa menebar rasa , menuai pinta keharibaan Yang kuasa pengurai massa , pentakbir raga , penghias sukma menggapai puja bertepa sila merentas bakti di temaram dihias sang rembulan di titik gugusan bintang menari di tebar sepi.
Buaian di riak irama malam berhentak sela beriringan denyut nadi , berarak dibisik deru nafas memuncah asa arti sebuah kehidupan , menyesak dada bertaburkan cinta menguntai rasa… sang penghias hari khan hadir menebar bahagia.. pencipta khan menawannya dalam ketulusan….keindahan khan menemani bersama cinta buah kasih yang terpatri …
Adinda waktu khan berganti ….bila khan mengurai laksana Ibunda….
Kakanda…..saatnya massa menuai janji laksana Ayahanda
Anaknda engakaulah buah hati penerang jiwa mengisi hari ayahanda dan ibunda
Dalam doa untukmu Wahai laksana indra kelana…
Menuai bakti tuk Negeri.
Desember 17, 2011 pada 4:38 pm
Bagus sekali puisinya pak.
alur-alurnya indah sarat akan makna, sepertinya bapak berbakat penganti rendra …
Salam silaturahmi
Desember 19, 2011 pada 5:24 am
thanks telah bertandang dibilik sahaja