Arsip untuk perjalanan

Kemaafan

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , on Agustus 27, 2008 by fahrizalmochrin

Titik-titik hujan yang turun membasahi bumi, menggenang di hujung trotoar jalan dimalam-malam yang larutkan hening..langkahku terhenti diketeduhan sebuah rindang pepohonan hijau nan rindang melepaskan lelah di ttitik air yang memberikan karunianya.

Kembali ku kembali di pelataran kota yang telah lama tertinggal jauh di penghujung belahan dunia..lintasan yang tak lagi sama, pepohonan yang menjulang..warna-warna penghidupan yang bergerak maju..dipenghujung hari yang merobek hari..manusia -manusia yang menapaki hari dalam mengakais lembaran-lembaran rejeki illahi dalam kepenatan hari dalam peluh..

Diantara Terik mentari beralaskan peluh, di malam yang pekat riak-riak kehidupan malam bergajut memberi warna diantara kehidupan yang bergulir..Kehidupan yang terus berputar disisa hari sang pencari yang membalut cinta dalam memapah kehidupan di belai malam digelar secangkir kehangatan bertemankan semburan asap yang mengawan terperi menatap arah kehidupan..

Kehidupan yang tak pernah lelah menebar hari,..Matahari yang tak pernah jenuh menebar sinarnya…Rembulan yang setia menemani Malam…Adakah manusia Lelah mengarungi Hidup..Adakah manusia jenuh menorehkan kebenaran….Adakah manusia melupakan arti kesetian Cinta dan kasih sayang terhadap sesama…Adakah tersedia kemaafaan yang terukir di relung jiwa…

Ketika Pintu Kemaafan terlebar luas di rahmatnya..adakah manusia yang terpenjara dalam kebencian menyelimuti dendam..terkukung rasa..melupakan makna keikhlasan meraih kedamaian..Dititik hujan yang membasahi bumi yang teramat rapuh dilangkah yang terkulai lelah ku genggam asa tuk kembali menuai arti kemaafan diri.

kembali pulang

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 24, 2008 by fahrizalmochrin

Jejak langkah kaki kembali mengitari perjalanan panjang, mengitari senja bersama kepak sayap camar laut terbang tinggi keangkasa kembali ke peraduan..kulangkahkan kaki menepaki hari berjalan bersama sang waktu merentas asa dan kembali pulang ke peraduan sang malam dalam kerinduan yang terdalam merengkuh cinta melepaskan semua beban..

Perjalanan waktu yang menorehkan luka-luka ,menempa hidup mencari makna arti diri dalam kehidupan..kini kujejakkan kaki dari penghujung waktu merengkuh angkasa dalam kepak sayap burung besi , ada kerinduan disana bersama waktu yang jauh tertinggal dan aku ada disini kembali pulang.. Kembali mencercah hari yang menghias titi-titik hujan yang membasahi dedaunan hijau, air sungai yang mengalir di sela riaknya yang mengelora , kicau burung pagi bersiut-siut menyambut sang pagi..

Kulangkahkan jejak letih menggapai ampunan rindu dan belai kasih. meluahkan resah dalam selaksa doa dalam untaian cinta, bersujud mengiba menghujamkan rasa dipangkuan dan buaian makna menggapai ridho illahi..meleburkan airmata dalam kasihnya dipelukan dan buain kasih sayang dalam belaianmu dimasa yang lalu dan kasih mu seluas samudra…., ibunda….kembali ku pulang… mengurai cerita dalam kasihmu..

Perjalan ini teramat panjang….
perjalan sunyi…
perjalanan mencari arti diri…
dan kita khan kembali…

Burung Kertas..

Posted in memaknai hidup dengan kaitan (tags) , , on Agustus 11, 2008 by fahrizalmochrin

Tak terasa dimalam yang bertemankan bintang anganku melayang jauh , bagaikan putaran waktu kenangan-kenangan masa kecil yang berkelebat mengisi sebuah ruang hampa memasuki dimensi kehidupan, dan aku berada didalamnnya berlari lari kecil diantara rerumputan yang hijau..berkejaran menyibakkan ilalang diantara capung yang berterbangan .Sekumpulan Anak yang bersorak Riang ketika dikantung plastik beningnya berdiam capung indah yang terperangkap tangan tangan mungil.,Dengan mengikat ranting dedaunan yang mengering diujungnya diikatkan sebuah kantung plastik sebagai jaringNYa, dengan langkah yang perlahan mengendap dibalik ilalang diayuhkan perangkapnya …hupp.. seekor capung malang terperangkap ,, ada kebahagian disana…

Sekelebat cahaya anganku terbang jauh meninggalkan capung-capung yang berterbangan diilalang yang menghiaju ,,,bergantikan burung burung kertas yang menjadi penghias menemani malamku…Burung kertas menjadi kenangan terindah dalam hati akan MU. kau rangkai kertas putih hati kami, kau cipta burung kertas dijiwa kami. dan kau hadiahkan burung kertas ketika kami bersedih , bayangan wajahmu hadir bersama burung-burung kertas yang terbang keangkasa biru, dan kepadaNYA lah kita Kembali……

pondok biru

Posted in kisah dengan kaitan (tags) , on Juli 31, 2008 by fahrizalmochrin

Pondok Biru berdiri dilatar belakangi aspirasi dari sekelompok teman-teman  sepergaulan menjadikan ajang buat bertukaran pikiran, berkumpul diskusi menghabiskan malam dan buat malam mingguan bagi yang ndak punya pacar buat nongkrong ( kasian degh)..jadi kalo malam mingguan yang ndak punya pacar ngepostnya yah aa di pondok biru..

Pondok Biru berdiri di pelataran halaman yang berukuran 3X3 meter, yang dilatar belakangi warna biru langit,menjadikan pondok tersebut asri dan damai. Dari Pondok ini terlahir dan tercetus berbagai ide yang berkembang mendobrak zaman, dari awal pergerakan menumbuhkan semagat dan jiwa reformasi, semangat menaklukkan kekuasaan yang mengekang, menyuarakan ide dan gagasan pengkaderan dalam menaungi generasi dalam ormas islam. Terinspirasinya upaya penyelusuran Pendakian Menaklukkan dan menelusuri hutan  dan gunung dalam ekpedisi” JALAWALA”

Pondok Biru masih berdiri Kokoh dititik hembusan malam , dititik embun pagi, diantara suara jangkring yang menemani malam,, tak ada perdebatan panjang,,tak ada ide yang memamanas,ruang bisu menjadi saksi menghantarkan anak zamannya.