Merawat Budaya meneguhkan Identitas Negeri

Posted in memaknai hidup, Uncategorized on Juli 29, 2019 by fahrizalmochrin

Upaya Mendorong Pengembangan Wisata berbasis masyarakat dilakukan pemerintah dengan menetapkan Beberapa Desa disekitar Pantai yang ada di Pantai Cermin sebagai Desa Wisata, Dengan Penetapan Desa Wisata ini memberikan sebuah Harapan baru bagi masyarakat untuk menggali potensi yang dapat dikembangkan dalam pengelolaan Desa Wisata, sebagai sebuah Kekuatan Bersama dalam mempererat ikatan bersama Orang Laut punya Budaya yang sama walaupun terpisah dalam batas dan wilayah Dipersatukan dalam Identitas yang sama. 

Sebagai Wujud Meneguhkan Identitas sebagai budaya orang laut tak terlepas akan budaya bagi kaum perempuan mengayam Tikar dari Pandan yang dahulu kala masih dapat ditemui disetiap rumah penduduk dan sudut Halaman ditemui rerimbunan pepohonan pandan laut menghijau yang menghiasi sepanjang pantai.

Dengan Pembangunan Wilayah yang semakin Pesat para pengembang berlomba lomba membangun sarana prasarana dalam menunjang tujuan wisata tak kurang hampir sekitar 5 pengembang Swasta yang membangun fasilitas wisata di sekitaran pantai cermin. 

Jari jemari yang lincah merajut bermain diantara rajutan pandan merangkai dalam susunan pola yang sama, dihujung samudra perahu nelayan bermain dihempasan ombak dalam deru menanti berlabuh pulang.

Kami Orang Laut Kehilangan Pantai
tapi Tidak Kehilangan Identitas itu yang tercetus dalam Diskusi menjelang Matahari Tebenam di Sudut Pantai Cemin.

@TM.Azzam

Merawat Tradisi Berhari Raya

Posted in memaknai hidup, obrolan, Uncategorized on Juli 29, 2019 by fahrizalmochrin

haluaBerhari Raya Bagi Masyarakat Melayu bukan sekedar merayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah Puasa dibulan Ramadhan dan melaksanakan Zakat, yang dilanjutkan dengan Takbiran ditemani Memukul Bedung dan pawai Obor dan menghias rumah dengan hiasan lampu minyak.
Sebagai Tradisi yang dilaksanakan setelah Shalat Aidil Fitri dilanjutkan saling bermaaf maafan sesama Sanak Saudara dan handai Taulan dengan berpakaian melayu dihari raya.
Tua dan Muda merayakan sukacita dengan menikmati hidangan dihari raya dan Halua sebagai sajian yang selalu ada dihidangkan bagi tetamu yang datang.
Raya Bagi Masyarakat Melayu bukan sekedar merayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah Puasa dibulan Ramadhan dan melaksanakan Zakat, yang dilanjutkan dengan Takbiran ditemani Memukul Bedung dan pawai Obor dan menghias rumah dengan hiasan lampu minyak.
Sebagai Tradisi yang dilaksanakan setelah Shalat Aidil Fitri dilanjutkan saling bermaaf maafan sesama Sanak Saudara dan handai Taulan dengan berpakaian melayu dihari raya.Tua dan Muda merayakan sukacita dengan menikmati hidangan dihari raya dan Halua sebagai sajian yang selalu ada dihidangkan bagi tetamu yang datang.

 

Raya Bagi Masyarakat Melayu bukan sekedar merayakan hari kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah Puasa dibulan Ramadhan dan melaksanakan Zakat, yang dilanjutkan dengan Takbiran ditemani Memukul Bedung dan pawai Obor dan menghias rumah dengan hiasan lampu minyak.
Sebagai Tradisi yang dilaksanakan setelah Shalat Aidil Fitri dilanjutkan saling bermaaf maafan sesama Sanak Saudara dan handai Taulan dengan berpakaian melayu dihari raya.
Tua dan Muda merayakan sukacita dengan menikmati hidangan dihari raya dan Halua sebagai sajian yang selalu ada dihidangkan bagi tetamu yang datang.

 

@ TM.Azzam

Baca lebih lanjut

Bunga Rampai Teruntuk Mu..

Posted in kisah, memaknai hidup, perjalanan, ROHANI, Uncategorized on Desember 16, 2011 by fahrizalmochrin

Bulan Berganti hari seiring sang mentari menyambut pagi, berarak meninggi diatas peraduan bergantian menghias temaram di ufuk timur, kepak sayap merpati beriringan bersisian arah dihiasi kicau bernyanyi di ranting pepohonan berbisik di balik jendela hari… menyambut sang pagi khan menuai janji.,,

Terlelap di peraduan di buai titik embun yang membasahi bumi , dipelukan dan dinginnya titik air hujan yang tercurah laksana irama yang bernyayi beriringan memberi warna akan keindahan sang Pencipta. Terbaring lelap perempuan di didipan yang sederhana dengan rona wajah yang sederhana dengan rambut yang tegerai , sudut mata yang terpejam seolah-olah mencoba mencari tahu mimpi indahnya….

Terukir Dibibirnya yang merah seuntai senyum diantara tarikan nafasnya yang menghantar lelap tidur nya dibuai jemari yang melingkupi  pinggang  di lingkaran perut yang mulai membesar dan memberikan tanda  kehidupan sebuah insan yang akan terlahir ke alam dunia,  Jemari yang manja selaksa membelai lembut memberikan sebuah kasih sepanjang masa.

 

Istriku…..

Perjalanan hari teramat panjang menapaki ruang dan waktu…

Meniti Langkah mencengkaram sebuah Harapan…

Menebar sebuah Semangat kehidupan yang hakiki…

Menanti Kehadiran Sang  Khalifah

 

KekasihKu….

Perjalanan ini mengurai kisah kehidupan…

Menorehkan cerita tentang  makna sebuah pengabdian

Meluapkan selaksa resah dan amarah

Mengharapkan sebuah Kebahagian

 

 

 

 

Didipan  bambu yang berderit diantara dinding tepas menerobos cahaya sang surya menebarkan sinar sebuah pengharapan mengitari hari menuai rezeki , Perlahan sudut mata yang indah memancarkan bening hitamnya ,  bergeliat  lunglai jemari yang lembut mengurai mayang terurai  di selongsong  bahu, tapak sila perlahan  beranjak dari peraduannya dengan langkah yang tertatih  menyambut Lembut gemerincik air  membasahi tubuh mensucikan diri menghadap Sang Penciptanya.

Berarak Matahari Mulai meninggi  dibumbungan atap , diantara kepulan asap yang menari diantara awan lembayung  yang bergelora di hias gemerincik api yang bermain di ranting dahan  kayu bakar, Dijelanga Air yang mulai mendidih dan sepotong singkong menjadi penghantar pagi ditemani segelas Kopi bubuk yang menyisaran remahnya..

Bersisian di Antara Dipan yang Bercat Kusam sehelai Pakaian Yang terlipat Rapi dan sepotong celana Panjang hitam yang di sisip bekas jahitan tangan,  diantara beberapa kaus kaki yang berlubang di ibu jari ,  tergerai diantara tumpukan pakaian yang belum tersusun . Sepasang sepatu yang Berwarna Coklat tua terjejer di bawah Dipan dan masih terawat dengan Baik berbahan kulit dan menjadi teman setia di langkah menuai rezeki.Keikhlasan menuai Arti akan  sebuah Pengabdian..

Suami Ku…..

Kupersembahkan Kasih sayang dalam Lingkup Insani

Menjaga dan Menghiasnya dengan doa

Mengurainya dengan Keihlasan

Menggapai  keridhoan azali

Dalam Kasih Sayang Nya

 

Ya Rabb…..

Perkenankanlah Doa Kami dalam Mengarungi Karunia Mu

Curahkanlah Rezeki yang telah tercipta Dari Kasih Mu

Berkatilah Langkah Kami Menggapai  Ridho Mu

Menuju Mata Air Cinta Mu

Tuk’ Anaknda…

Posted in kisah, memaknai hidup, renungan, Uncategorized on Desember 16, 2011 by fahrizalmochrin

Titik Air hujan perlahan mulai mereda membasahi bumi sang  kuasa , dengan karunianya memberikan rahmat kepada hamba yang bersyukur atas nikmat  sabda dewangga. Lelap malam menghantar diantara dinginnya diantara bilik renda jendela menyeruak menebar hawa dipelukan sang lembayung , semilir angin menyayikan rindu dibuai gemerincik  air jatuh di jelaga di bias  riak gelombang menguak rasa.

Terlelap dalam dekapan malam berarak jauh tinggi keangkasa terbawa dalam sukma bersamamu wahai kekasih hatiku belahan jiwa…melayang !!!  terbang menembus cakrawala bersama kepak sayap-sayap menderu sang bayu , di gumpalan awan memecah titik air ….menjelajah khatulistiwa diantara bulir peluh membasahi  pesona dewangga meniti pelanggi jingga di bias sang surya menyinari  sabda pencipta.

Kekasih Hati Ku ….Pesona Jiwaku…

Pelipur dukaku…Pengobar Semangat  hasratku…

Kupersembahkan untaian makna dalam sanubari, menggelora asa menebar rasa , menuai pinta keharibaan Yang kuasa pengurai massa , pentakbir raga , penghias sukma menggapai puja bertepa sila merentas bakti di temaram dihias sang rembulan di titik gugusan bintang menari di tebar sepi.

Buaian di riak irama malam berhentak  sela beriringan denyut nadi , berarak dibisik deru nafas  memuncah asa arti sebuah kehidupan , menyesak  dada bertaburkan cinta menguntai rasa… sang  penghias hari khan hadir menebar bahagia.. pencipta khan menawannya dalam ketulusan….keindahan  khan menemani bersama cinta buah kasih yang terpatri  …

Adinda  waktu khan berganti  ….bila khan  mengurai laksana Ibunda….

Kakanda…..saatnya massa menuai janji laksana Ayahanda

Anaknda engakaulah buah hati penerang jiwa mengisi hari ayahanda  dan ibunda

Dalam doa untukmu Wahai  laksana indra kelana…

Menuai bakti tuk Negeri.

Setengah Usia

Posted in kisah, memaknai hidup, obrolan, perjalanan, perjalanan, renungan, ROHANI, Uncategorized with tags , , , on April 8, 2011 by fahrizalmochrin

Di kitaran Hari yang Menjelang di ufuk Timur …Riak langkah berarak pergi mengitari hari bergantikan sang malam yang senyum tersembunyi dibalik awan di Ufuk barat yang memerah khan berganti…

Langkah-langkah yang bergayut bergegas mengitari hari tak kenal lelah , ditemani temaram lampu-lampu hias di balik tirai jendela yang angkuh menyibakkan warna warna gemerlap, disudut hari yang lelah berdiri dalam sepi.

Malam yang berarak sepi dalam dekapan embun yang mulai menitik dalam pusaran waktu  berdetak jam dinding yang memutar angka dalam hitungan detik,  hari, bulan dan tahun….

Jam dinding Berdetak Kencang…Menyingkap malam di Setengah Malam yang sepi di antara kehenginan waktu  dan masih aku berdiri menatap jauh kelangit yang bercahayakan bintang-bantang ditemani rembulan yang malu di balik selimut awan…

Terimakasih Tuhannku , atas Kesempatan yang Kau berikan Untuk Hambamu Mengurai Cerita Dalam Kasihmu

Ya Tuhannku Berikanlah Disetengah Usia Hambamu berserah Atas Nikmatmu sebelum  Waktu berhenti berdetak menjemput ….

For Being Better and ever

Happy Day

The Way..On U

Posted in memaknai hidup, perjalanan, ROHANI on Desember 30, 2010 by fahrizalmochrin

Perjalanan meniti sebuah keagungannmu…menyibak desir mata air di telaga CintaMU ya Rabb..Menyusuri CiptaanMu diantara Bebukitan,,,,menyibak Rimba belantara…Gemerincik  Mata air mengalir menyibak diantara bebatuan tehempas di alur sungai melipur dahaga akan rengkuh di lembut sang Bayu…menepis sebuah peluh…

Di Antara KaruniaMU ya Rabb…Di atas  Ketinggian 3000 Kaki Di sini Cakwala Bebintang di gayut semilir Dingin yang Bergayut..Sebuah Anugerah terindah laksana Berada Di hamparan Jiwa yang Dahaga…

Ya Rabb Kepada Mu Kami Kembali

The last and ever

Posted in memaknai hidup, perjalanan, perjalanan, politik, renungan, ROHANI, Uncategorized with tags , on Desember 30, 2010 by fahrizalmochrin

Ketika sebuah pergantian tahun menggelora di setiap sudut penjuru mata angin..sebuah gemerlap cahaya menerangi cakrawala bertaburkan warna warni , gemerlap di angkasa sebuah gempita di penghujung tahun…The last of  years will be end begun the New Years..

Tapi Ada sesuatu yang masih tertinggal jauh di benak sebuah tragedi yang tak kunjung hilang diingatan sebuah amarah, sebuah kenistaan , sebuah kezaliman dari tirani bangsa ini…Amarah dari sang Alam , Amarah dari penghulu disudut Bumi..

Atas ketidak adilan tirani dan penindasan….

Doa Mereka Yang terkapar di hempang kezaliman..

Doa Mereka yang terpinggirkan dan Mengerang Tangis…

Dan mereka terus Berdoa

Until The Last…Ever